Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Target Penilaian Aset Keluar November

Menunggu Nilai Aset di Eks Pasar Wage II

Minggu, 07 Oct 2018 18:20 | editor : Adi Nugroho

Target Penilaian Aset Keluar November

NGANJUK – Pemkab Nganjuk masih menunggu penilaian penghapusan aset bekas Pasar Wage II. Targetnya, pada November nanti, akan muncul nilai asetnya. Setelah itu, pemkab melelang barang-barang yang masih berada di lokasi pasar di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu.

Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Sidiq Sancoko mengatakan, saat ini, nilai aset di eks Pasar Wage II masih dihitung tim independent. BPKAD menargetkan, akhir tahun ini, nilai aset bisa keluar.”Target kami November sudah tuntas,” kata Sidiq kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dia mengungkapkan, penialian aset di eks pasar hanya berupa besi dan kayu. Terutama kayu yang kondisinya masih bagus. Pasalnya, beberapa kayu di sana sebagian besar sudah lapuk. “Hanya kayu paling baik yang memiliki nilai,” ungkap Sidiq.

Setelah nilai aset muncul, Sidiq mengungkapkan, pihaknya akan melelangnya melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Pemenang lelang akan membeli barang-barang di eks Pasar Wage II. “Bangunan bisa dirobohkan,” ungkapnya.

Sidiq berharap, penghapusan aset eks Pasar Wage II bisa diselesaikan akhir tahun ini. Pasalnya, tahun depan, pemkab sudah fokus untuk pembangunan jalan tembus dari Jl Dermojoyo menuju lokasi Pasar Wage III di Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Nganjuk. Selain membuat jalan tembus, pemkab juga berencana membangun ruang terbuka hijau (RTH) di bekas Pasar Wage II. Se

Seperti diketahui, di perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018, pemkab mengusulkan pembangunan pagar dan peningkatan jalan di sekitar pasar. Untuk pagar, anggaran yang dialokasikan sekitar Rp 200 juta, sedangkan peningkatan jalan diusulkan sekitar Rp 370,679 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Heni Rochtanti mengatakan, pihaknya akan mengawasi aktivitas di Pasar Wage III. Pasalnya sejak dibuka 9 September lalu, ratusan kios pedagang belum ditempati.

Disperindag menegaskan, tidak menoleransi pedagang yang tidak sungguh-sungguh berjualan. Sehingga kios mereka disewakan ke orang. “Kami akan beri teguran sampai sanksi terberat adalah pencabutan izin penempatan,” kata Heni. (baz)

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia