Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Cukai Naik, Penerimaan Rp 9,13 Triliun

Juga Dipicu Jumlah Perokok yang Naik

02 Oktober 2018, 19: 27: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

NAIK: Adiek Marga Raharja menunjukkan contoh pita cukai. Saat ini terjadi kenaikan pendapatan dari bea dan cukai dibanding tahun lalu.

NAIK: Adiek Marga Raharja menunjukkan contoh pita cukai. Saat ini terjadi kenaikan pendapatan dari bea dan cukai dibanding tahun lalu. (RAMONA VALENTIN – RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI -  Kenaikan tarif cukai memicu naiknya jumlah penerimaan bea dan cukai Kediri. Jika tahun lalu hingga Agustus 2017 tercatat Rp 7,64 triliun, maka pada tahun ini, pada kurun waktu yang sama yaitu Agustus 2018 angkanya mencapai Rp 9,13 triliun atau selisih Rp 1,49 triliun.

“Selain tarif cukai yang naik 11,2 persen, juga disebabkan bertambahnya jumlah perokok di wilayah Kediri,” beber Kepala Seksi Layanan dan Informasi Bea dan Cukai Kediri Adiek Marga Raharja.

Dijelaskan Adiek, kalau peningkatan sebesar year to year 0,11 persen tersebut didominasi oleh penerimaan cukai yang angkanya mencapai Rp 9,1 triliun di tahun ini. Pemasukan tersebut berasal dari etil alkohol dan hasil dari tembakau seperti rokok dan vape. “Selisih kenaikan penerimaan tersebut memang berasal dari penerimaan cukai sebesar 54 persen,” jelas Adiek saat ditemui di ruangannya.

Yang menarik, pengolahan hasil tembakau mendominasi kenaikan penerimaan hasil cukai. Hasil tembakau di antaranya aneka jenis rokok seperti sigaret, cerutu, klobot, tembakau iris serta vape (rokok elektrik). “Ini menunjukkan ternyata ada peningkatan jumlah perokok,” terangnya. Data ini didapatkan untuk seluruh wilayah pemantauan bea dan cukai Kediri yang meliputi Jombang, Nganjuk, Kota Kediri dan Kabupaten Kediri.

Apalagi, di wilayah Kediri terdapat satu perusahaan rokok, yang merupakan produsen rokok terbesar di Indonesia. Serta perusahaan etil alkohol juga berdiri di Jombang, di mana merupakan bagian dari wilayah kerja bea dan cukai Kediri.

Sementara bea masuk per Agustus 2018 sebesar Rp 6,8 miliar atau naik Rp 1,1 miliar lebih tinggi dibanding bea masuk per Agustus tahun sebelumnya. Tahun lalu, bea masuk tercatat Rp 5,7 miliar.

Adanya kenaikan angka bea dan cukai pada tahun ini membuat bea dan cukai Kediri mendekati target 2018 sebesar Rp 16,92 triliun. Naik sekitar Rp 20 miliar dari target tahun lalu sebesar Rp 16,9 triliun.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia