Jumat, 17 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Kecelakaan di Kediri, Tiga Orang Tewas

Cari Identitas, Inafis Periksa Sidik Jari

30 September 2018, 14: 10: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

kediri kecelakaan

Kecelakaan di Kediri (GRAFIS: Afrizal Saiful - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Jalanan di Kediri kembali menjadi penebar maut. Tak sampai 24 jam, tiga nyawa melayang sia-sia. Mereka adalah korban dari empat kecelakaan yang terjadi mulai Jumat (28/9) petang hingga Sabtu (29/9).

Kecelakaan maut pertama terjadi di depan Balai Desa Gempolan, Kecamatan Gurah pukul 17.45. Korbannya adalah Kinanty Natalia, 20. Warga Desa Krenceng, Kepung, itu tewas di tempat kejadian.

Tiga kecelakaan lainnya terjadi kemarin. Pertama, sekitar pukul 6.30, Suhartik jadi korban tabrak lari di Jalan Raya Kediri-Nganjuk. Tepatnya di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan. Warga Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung itu itu juga meninggal di lokasi.

kecelakaan

BARANG BUKTI: Mobil yang diamankan polisi. (IQBAL SYAHRONI - JawaPos.com/RadarKediri)

Kemudian, ada dua dua polisi anggota Sabhara Polres Kediri Kota yang terlibat kecelakaan di Kelurahan Semampir, Kota Kediri, sekitar pukul 09.00. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan yang ini.

Yang ketiga, adalah kecelakaan di jalan raya Desa Petok, Mojo, Kabupaten Kediri. Di kecelakaan ini korbannya meninggal dunia. Yaitu Winarsih, 32, warga Desa Sukoanyar, Mojo. “Korban meninggal di RS Muhammadiyah Kota Kediri,” ucap Kanit Laka Satlantas Polres Kediri Kota Yuliana Plantika.

Saat kejadian, Winarsih membonceng anak perempuannya. Ironisnya, tujuan keduanya adalah ke salah satu rumah sakit di Kota Kediri. Mereka berencana menjenguk sepupunya yang tengah dirawat.

Polisi sempat kesulitan mendapatkan identitas Winarsih. Sebab, dia keluar tanpa membawa identitas diri. Juga tak melengkapi diri dengan SIM. Dia hanya membawa STNK tapi atas namanya orang lain. Polisi akhirnya mendapatkan datanya setelah memeriksa sidik jari korban.

Winarsih mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Yaitu di rahang dan tangan kanan patah.

Untuk kecelakaan di Tarokan, polisi menetapkan sebagai kasus tabrak lari. Sebab, kendaraan apa yang terlibat kecelakaan dengan Suhartik yang mengendarai Honda Vario AG 6039 RAO belum diketahui. Saksi mata awalnya hanya mendengar bunyi orang terjatuh dari kendaraan. Kemudian melihat Suhartik tergeletak di tengah jalan dengan kepala berdarah.

“Beberapa saksi mengatakan korban ditabrak truk,” terang Plantika.

Polisi kemudian mencoba mencari tahu kejadian melalui kamera closed circuit television (CCTV) yang terpasang di kantor Bank BRI tak jauh dari lokasi. Namun, dari hasil rekaman itu masih belum bisa diketahui jelas dengan kendaraan apa Suhartatik terlibat kecelakaan. Mayat korban langsung dibawa ke RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. 

Sedangkan kecelakaan di Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri melibatkan mobil pikap Mitsubishi yang dikendarai Sonny Arif, 25. Warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, itu menabrak dua anggota patroli kepolisian Polres Kediri Kota.

Saat itu Sonny dari arah selatan hendak ke SPBU Semampir. Sedangkan dari arah berlawanan  muncul kendaraan Kawasaki KLX yang dikendarai M. Wahyudi, 26, dan  Dimas Rendra, 24. Saat itu kedua polisi itu tengah berpratoli.

Karena jarak terlalu dekat, kecelakaan pun terjadi. Dua anggota polisi itu terjatuh dan menderita lebam di kaki kanan. Mata Wahyudi juga sedikit keluar darah serta tangan yang terkilir.  Sedangkan Dimas mengalami luka di tangan. “Keduanya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujar Plantika.

Mobil pikap Sonny yang bernomor polisi AG 9005 A mengalami penyok bagian kanan depan mobil. Lampu depannya pecah. Sedangkan motor patroli polisi rusak bagian slebor depan, bodi depan, dan lampu depan pecah.

Sementara itu, kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Kediri terjadi saat korban, Kinanty Natalia, menyenggol motor yang membawa gerobak. Motor bergerobak itu dikendarai oleh Samsul, 45, warga   Tirulor, Gurah. “Dia hendak mengambil brambut di selepan,” terang Kasi Humas Polsek Gurah Aipda Yulianto. Saat itulah Honda Vario putih tanpa plat nomor yang dikendarai Kinanty menyenggolnya. Membuat motor Kinanty oleng ke kanan. Kemudian menabrak motor Honda Beat putih AG 2161 BY yang dikendarai Ferry Adhi Andrinda, warga Jalan Sapto Pratolo Kota Malang. “Akibat kejadian tersebut, Kinanty meninggal di lokasi kejadian,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia