Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

KPU Ingatkan Potensi Pelanggaran saat Kampanye

30 September 2018, 12: 35: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

KPU Ingatkan Potensi Pelanggaran saat Kampanye

Share this          

KEDIRI KOTA - Masa kampanye sudah dimulai sejak Minggu (23/9). Peserta pemilu pun diimbau harus benar-benar mengikuti aturan dalam pelaksanaan kampanye.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri juga menekankan untuk peserta kampanye agar tidak merugikan peserta lain selama pelaksanaan kampanye.

“Jangan sampai saat kampanye nanti mereka melakukan kegiatan yang membahayakan orang lain, memecah keutuhan, menghina seseorang, agama, serta suku dan ras. Termasuk calon atau peserta pemilu yang lain,” kata Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq.

Gus Rofiq menegaskan bahwa peserta pemilu juga jangan sampai mengancam untuk melakukan kekerasan kepada seseorang maupun sekelompok anggota masyarakat.

Merusak atau menghilangkan APK milik peserta pemilu lain dan menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan pada saat melaksanakan kegiatan pemilu. Termasuk pemasangan alat peraga kampanye (APK) juga dilarang di tempat yang telah disebutkan. “Di rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan juga dilarang. Semua itu tercantum dalam pasal 34 Ayat (2), PKPU Nomor 23/2018,” jelasnya.

Dia menyebut, bahwa dalam PKPU Nomor 23/2018 juga mengatur pembagian hadiah. Setiap peserta pemilu hanya bisa memberikan hadiah dalam bentuk barang dengan harga paling tinggi Rp 1 juta yang diatur dalam pasal 53 ayat 3 dan 4. “Pelaksana kampanye dapat memberikan hadiah pada kegiatan perlombaan dalam bentuk barang,” tegasnya.

Beberapa ketentuan dalam pelaksanaan kampanye salah satunya adalah tentang larangan mengganggu ketertiban umum. Peserta tim kampanye pemilu juga dilarang mempersoalkan dasar negara Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Di sini mereka (peserta kampanye) tidak boleh menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat,” jelas Gus Rofiq.

Sekali lagi, hingga kemarin masih sedikit peserta kampanye yang menyerahkan akun media sosial mereka. Padahal hampir sebagian besar bacaleg memanfaatkan medsos tersebut sebagai alat untuk melakukan kampanye. Yang pasti KPU mengimbau, untuk peserta pemilu yang sudah melaksanakan kampanye segera mungkin untuk menyerahkan berkas tim dan media sosial yang dimiliki.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia