Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Duh! Baru Bebas, Residivis Curanmor Dibui Lagi

27 September 2018, 16: 15: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

curanmor

BELUM KAPOK: M. Imam Syafii, tersangka kasus pengeroyokan, setelah diamankan petugas di Mapolsek Kandat. (Humas Polsek Kandat For RadarKediri/JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Berakhir sudah kebebasan M. Imam Syafii, 23,warga Dusun Sidomulyo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Pemuda yang terlibat kasus pengeroyokan terhadap Abdul Kholik, 28, di Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat ini akhirnya ditangkap polisi, lagi.

Imam yang menjadi buronan selama satu tahun empat bulan dibekuk begitu bebas dari Rumah Tahanan (Rutan) Blitar. Dia ditahan di sana lantaran kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Untuk kasus yang di Sumberejo, Kandat pelaku IS (Imam Syafii) kami kenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan,” terang Kasihumas Polsek Kandat Bripka Sugianto. Ancaman hukuman maksimalnya lima tahun enam bulan.

Pada 30 Mei 2017 silam, Imam mengeroyok Kholik bersama Choirul Azhari yang telah ditangkap sebelumnya. Choirul telah divonis hukuman 8 bulan.  Keduanya mengeroyok Kholik sekitar pukul 16.30 WIB. Ketika itu mereka bertemu di tempat kerja Kholik di peternakan ayam Desa Sumberejo, Kandat.

Imam menagih utang. Namun, Kholik karena belum bisa melunasi, Imam emosi. Dia memukul dengan tangan kosong. Lalu, Choirul ikut memukul dengan sekop dan potongan kayu. “Selain tangan kosong, korban juga dipukul sekop,” jelas Sugianto. Setelah dipukuli, Kholik memberikan uang Rp 400 ribu untuk cicilan utangnya. Begitu dapat uang, Imam dan Choirul pun pergi.

          Akibat pengeroyokan ini, wajah Choirul memar dan mata kanannya lebam. “Korban baru melaporkan kejadian tersebut pada 1 Juni 2017,” jelas Sugianto.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia