Senin, 10 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Ring Road Kediri, Sudah Siapkah?

25 September 2018, 22: 20: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

RAWAN MACET: Truk muatan besar melintas di Alun-Alun Kota Kediri.

RAWAN MACET: Truk muatan besar melintas di Alun-Alun Kota Kediri. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA -  Sudah lama muncul keinginan Pemkot Kediri membangun ring road (jalan lingkar). Sebab, keberadaan ring road tersebut bakal sangat membantu mengatasi kepadatan arus kendaraan yang masuk dan melintas di dalam kota. Apalagi, dalam waktu dekat bakal hadir pula bandara serta jalan tol di wilayah Kediri.

Sayangnya, hingga saat ini keinginan itu belum mendapatkan jalan keluarnya. Masih sebatas keinginan saja. Padahal, potensi kemacetan di dalam kota juga semakin besar.

“Kalau sudah ada bandara dan jalan tol baru di barat sungai, pasti daerah sekitar Mrican akan semakin macet,” tengara Kasubbid Prasarana Wilayan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Kota Kediri Erwin Sukarno.

Lalu apa permasalahan dari rencana jalan lingkar itu? Menurut Erwin keberadaan ring road tak bisa hanya dibebankan kepada Pemkot Kediri saja. Sebab, ring road nanti pasti akan melewati daerah Kabupaten Kediri. Karena itu,  perlu ada sinergi antara dua daerah bersaudara ini.

Untuk kapan realisasinya, Erwin masih belum bisa memastikan. Sebab, selama ini pihak Pemkot sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri untuk merealisasikan salah satu rencana megaproyek Kota Kediri itu.

Selama ini, kondisi lalu lintas di Kota Kediri rawan terjadi kemacetan. Seperti di Simpang Empat Mrican misalnya. Setiap hari, terutama di akhir pekan, kemacetan bahkan bisa terjadi sangat parah. Banyak truk bermuatan besar yang melalui jalur utama penghubung Kota Kediri dengan Nganjuk tersebut.

Apalagi bila  bandara yang ada di daerah Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, dan akses tol Kediri-Ngajuk sudah jadi. Hal itu akan membuat volume kendaraan di daerah Mrican akan semakin bertambah.

Selain Mrican, menurut Erwin, di kawasan alun-alun juga menjadi langganan macet. Sebab, selama ini angkutan muatan berat masih melalui jalan kawasan alun-alun untuk menuju dalam kota.

“Idealnya, dalam tata kota, kendaraan muatan berat sudah tidak boleh masuk jalan protokol dalam kota,” jelas Erwin.

Namun Erwin masih memaklumi. Karena selama ini jalan nasional di Kota Kediri sebagian besar melewati jalur di dalam kota. Karena itulah Pemkot terus berupaya agar jalur nasional di dalam kota tersebut bisa dialihkan menjadi jalur lingkar yang selama ini sudah direncanakan.

Sebenarnya, adanya jalur lingkar tersebut akan menguntungkan dua daerah (Kabupaten/Kota Kediri) ini. Selain mengurai kemacetan di dalam Kota Kediri, juga akan memudahkan akses untuk menuju sejumlah kawasan wisata di lereng Wilis yang masuk daerah Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, kendaraan muatan besar yang selama ini masih berlalu-lalang di daerah Katang yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kediri pun juga bisa teratasi.

“Kuncinya adalah sinergi antara dua daerah ini. Karena akses perencanaan jalur lingkar tersebut mau tidak mau ya melewati sejumlah wilayah Kabupaten Kediri,” tegasnya.

Sementara, warga Kota Kediri menyambut baik jika pemerintah segera merealisasikan proyek tersebut. Menurut Firman, seorang warga, hal tersebut sudah mendesak dilakukan untuk kota sebesar Kediri ini. Apalagi banyaknya kendaraan besar yang masuk dalam kota semakin membuat tidak nyaman pengendara roda 4 dan 2.

“Kalau saya lihat di kota lain, tidak ada kendaraan besar yang masuk dalam kota. Sehingga saat berkendara juga lebih aman dan nyaman,” akunya.

Seperti yang pernah diberitakan, feasibility study (FS) atau studi kelayakan pembangunan jalur lingkar ini sudah dibuat oleh Pemprov Jatim lebih dari sepuluh tahun lalu. Rencananya, berawal dari Perempatan Jongbiru, belok ke timur, Kecamatan Ngasem, hingga Simpang Lima Gumul (SLG). Kemudian, menuju Kecamatan Pesantren, Kelurahan Bawang ke barat hingga Manisrenggo, dan menuju Pertigaan Ngronggo. Di sana rencananya akan dibangun jembatan menuju Banjarmlati, hingga ke Terminal Tamanan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia