Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Hakim Tolak Keinginan Undur Jadwal

Selasa, 25 Sep 2018 21:52 | editor : Adi Nugroho

pt brent

TENANG: Terdakwa Yandi usai persidangan (HABIBAH ANISA – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN – Akhirnya, sidang kasus penipuan yang dilakukan bos PT Brent Securities (BS) Yandi Suratna Gondoprawiro bisa berlangsung juga. Terdakwa Yandi duduk di kursi persidangan dan mendengarkan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang kemarin.   

Berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, sidang diawali dengan pertanyaan Hakim Ketua Imam Khanafi kepada terdakwa. “Apakah saudara terdakwa dalam keadaan sehat,” tanya Hakim Khanafi, yang disambut anggukan kepala oleh terdakwa Yandi.  

Setelah mendapat kepastian kondisi terdakwa, sidang pun berlanjut. Hakim mempersilakan JPU Anwar Riza Zakaria membacakan berkas dakwaan yang disiapkan.

“Akibat perbuatan yang dilakukan terdakwa telah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujar JPU Anwar.

Sidang kemarin mengadili Yandi terkait kasus penipuan yang dilaporkan oleh Hartono, salah seorang korban PT BS. Intinya, Hartono melaporkan Yandi karena telah memberinya cek bodong.

Dalam dakwaannya, JPU Anwar menyebut istri pelapor, Krisnawati, mengirimkan uang sejak Desember 2013 ke rekening milik PT BS. Total uang yang ditransfer mencapai Rp 5 miliar. Iming-iming return yang didapat korban adalah bunga 10,5 persen per tahun.

Pemberian bunga itu awalnya lancar. Selama Januari hingga Maret 2014 korban mendapat kiriman bunga hasil investasi. Namun, masalah muncul April. Saat itu tak ada bunga yang dikirimkan terdakwa.

Akhirnya, pada Mei di tahun yang sama, korban Hartono menemui Yandi di Jakarta. Di pertemuan kedua, terdakwa memberikan cek kepada korban. Tetapi, saat dicairkan pihak bank menyebut rekening telah ditutup.

Setelah pembacaan dakwaan, Hakim Ketua mempersilakan terdakwa dan penasehat hukumnya, Ikhsan, untuk berdiskusi. Saat itulah kubu Yandi berusaha untuk kembali mengulur sidang. Yaitu meminta sidang selanjutnya diundur.  “Yang mulia, karena berkas pembelaan belum siap untuk (sidang dengan agenda) pembelaan minta dilakukan Senin depan,” minta Ikhsan.

Namun permintaan PH ditolak oleh Hakim Ketua. Selain karena masa tahanan terdakwa akan habis, hakim sudah memutuskan bahwa sidang digelar dua kali dalam seminggu. Sidang kemarin diakhiri oleh ketukan palu oleh Hakim Ketua, sidang selanjutnya akan di lanjutkan Kamis (27/9) dengan agenda pembelaan.

Untuk diketahui, Sidang kasus investasi dengan total kerugian Rp 35 miliar, hanya nasabah di Kediri, ini sempat mengalami tiga kali penundaan. Pertama kali sidang rencananya berlangsung Senin (10/9). Sayang, sidang tertunda karena hakim ada dinas di luar kota. Kemudian, sidang kedua dan ketiga pun mengalami penundaan. Dua-duanya dengan alasan sakit. Hanya, saat sidang kedua (13/9) terdakwa sempat datang ke ruang sidang. Sedangkan di sidang ketiga, Yandi tak hadir di PN.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia