Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Events

Runner Kelompok Student ‘Kuasai’ KVRR 2018

Senin, 24 Sep 2018 14:10 | editor : Adi Nugroho

KVRR

TERPESONA: Ratusan runners peserta KVRR 2018 bergerak dari garis start usai diberangkatkan oleh Bupati Kediri Haryanti kemarin. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Kejutan terjadi di ajang Kelud Volcano Road Run (KVRR) 2018 kemarin (23/9). Runner dari kelompok pelajar justru merajai. Mereka mampu finish di urutan pertama. Baru kemudian disusul runner dari kelompok reguler.

          Khusus kategori pelajar baru ada pada KVRR tahun ini. Dan muncul sebagai juaranya adalah Muchammad Ali Topan, 17. Pelajar ini berasal dari kota Malang. Sedangkan untuk kelompok reguler yang finish pertama adalah Raka Prayoga, 21. Pelari yang berasal dari Pare.

          “Senang rasanya bisa jadi finisher pertama,” ujar Topan tersenyum puas usai menerima hadiah secara simbolis dari Wakil Bupati Kediri Masykuri.

PARA JUARA: Para pelari berfoto bersama usai finish.

PARA JUARA: Para pelari berfoto bersama usai finish. (ANDHIKA ATTAR - JawaPos.com/RadarKediri)

          Meskipun bukan event lari pertamanya, KVRR diakuinya memberi kesan khusus. Terutama sajian pemandangan yang memanjakan mata. “Namun, tetap harus fokus,” imbuhnya.

          Topan mengaku tak memiliki strategi khusus. Kuncinya, dia berlatih dengan keras setiap hari. Itu untuk melatih daya tahan. Berlari jarak jauh dengan medan gunung, menurutnya, faktor utamanya adalah daya tahan dan stamina.

Senada dengan Topan, Raka juga senang bisa menjadi juara reguler. Pasalnya, dalam dua kali gelaran KVRR yang diikutinya, baru kali ini predikat juara satu diraihnya. “Tentunya sangat bangga bisa juara,” aku Raka.

          Namun, Raka menegaskan bahwa menjadi juara tidaklah mungkin terjadi tanpa adanya latihan rutin. Ia sendiri telah rutin berlatih lari jarak jauh Setiap sorenya. “Biasanya antara 30 – 50 putaran di stadion,” ujarnya.

          Yang menarik, kemarin di antara peserta ada Komandan Brigif 16/WY Letkol Slamet Riadi. Slamet mampu menyelesaikan medan berjarak 10 kilometer dengan jalan yang didominasi tanjakan itu.

Danbrigif terlihat sangat antusias. Saat mencapai finish ada raut kepuasan di wajahnya. Dia mengaku sangat puas berlari sembari menikmati keindahan pemandangan Gunung Kelud. Menurutnya, Kelud adalah destinasi terbaik di Kabupaten Kediri.

          “Kalau lari saya sudah terbiasa. Namun dengan pemandangan Kelud yang sangat memesona, itu membuat saya puas,” ucapnya kagum.

          Ia berharap KVRR terus berlangsung tiap tahun. Karena even lari yang dipadu keindahan alam pegunungan belum banyak di Indonesia.

Kemarin, total pesertanya adalah 630 runner. Jumlah peserta memang dibatasi sejumlah itu. Sebab, medan gunung tak memungkinkan jumlah pelari yang terlalu banyak.

Dari garis start, di gerbang Wisata Kelud, di Desa Sugihwaras, Ngancar, runners diberangkatkan oleh Bupati Kediri Haryanti. Bupati mengibarkan bendera start sekitar pukul 06.00 WIB.

Bupati Haryanti mengatakan ajang KVRR tak sekadar lomba lari. Sebab, di ajang KVRR ini peserta bisa menikmati keidahan Kelud dari jarak lebih dekat. Pemandangan tak biasa itulah yang memberikan nilai lebih.“Sampai jumpa di acara KVRR tahun depan, tanggal bisa dilihat di garis finish,” ujarnya mempromosikan gelaran KVRR untuk tahun depan.

Sebelum bupati mengibarkan bendera keberangkatan, peserta terlebih dahulu melakukan pemanasan. Acara pemanasan itu diwarnai dengan senam peregangan dengan instruktur senam aerobic.

Peserta KVRR datang dari berbagai kalangan. Baik dari pelajar, masyarakat umum, atau dari komunitas runner. Beberapa komunitas runner yang ikut adalah Winners, Pajero Malang, dan Jum-Jum runners.

          Malam sebelumnya, peserta sudah berdatangan di lokasi finish yang berada di dekat Gedung Theater Kelud. Mereka juga mulai mengambil race pack. Pengambilan race pack sendiri berlangsung dua tahap. Yang pertama mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, Sabtu (22/9). Kemudian yang kedua pukul 02.00 hingga pukul 04.00 WIB Minggu (23/9) dini hari.

“Namun diperpanjang sampai dengan pukul 05.00 WIB,” terang Maria Yosefin, panitia KVRR.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia