Rabu, 21 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Urus KTP Rusak, Langsung Diganti

Minggu, 23 Sep 2018 15:40 | editor : Adi Nugroho

ktp

TIDAK LIBUR: Pegawai Dispendukcapil Kota Kediri melayani warga yang mengurus KTP dengan fasilitas kendaraan keliling di Kediri Town Square (22/9). (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA – Meski hari libur dinas, Sabtu kemarin (22/9), warga Kota Tahu tetap bisa mengurus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP). Mereka memanfaatkan fasilitas dinas kependudukan dan catatan sispil (dispendukcapil). Itu berupa kendaraan keliling yang melayani kebutuhan administrasi kependudukan.

“Memang sengaja diadakan sistem keliling seperti ini di pusat keramaian warga,” terang Baktiar Ali Syamsul, kasi pindah data Dispendukcapil Kota Kediri saat ditemui di Kediri Town Square, kemarin.

Dia menjelaskan, kegiatan ini nanti rutin setiap Sabtu bahkan Minggu saat car free day di Jalan Dhoho. Tujuan pelayanan administrasi keliling ini memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kartu identitasnya.

Warga yang belum memiliki KTP bisa memanfaatkan pelayanan ini. Hanya saja tergantung pengiriman kode  print ready record (PRR) dari pusat. Itu yang menentukan KTP bisa di-print langsung atau tidak.

Kemarin, Baktiar mengatakan, sebagian besar warga yang mengurus karena KTP-nya rusak dan hilang. “Kalau untuk rekaman sebagian besar sudah dilakukan, karena persyaratan pilkada lalu,” imbuh laki-laki berkacamata ini.

Menurut Baktiar, sekitar 18 ribu rekaman sudah dilakukan sebelum pilwali, Juni 2018 lalu. Itu berarti sebanyak 80 persen warga kota sudah melakukan perekaman di dispendukcapil. “Fasilitas mobil keliling ini beroperasi sejak pukul 12.00 siang hingga 16.00,” ungkapnya.

Bagi yang mengurus KTP rusak fisik, cukup membawa KTP-nya yang rusak. Selanjutnya, akan diganti KTP baru yang layak. Sedangkan yang kartunya hilang, wajib membawa surat keterangan hilang dari kepolisian.

Sementara itu, untuk kategori pemula atau pelajar yang sudah berhak melakukan perekaman KTP difasilitasi dengan keunjungan ke sekolah . “Jadi pas pemilihan presiden dan legislatif nanti, mereka sudah bisa menggunakan hak pilih,” kata Baktiar. Hanya saja, cetakan KTP diberikan tahun selanjutnya.

Sementara itu, Iswanto, warga Kelurahan Balowerti, mengaku, terbantu dengan fasilitas keliling tersebut. “Tinggal antre dan bawa persyaratan,” terang laki-laki 53 tahun yang ingin mengrus KTP-nya yang rusak. Ia berharap, fasilitas ini bisa berkelanjutan.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia