Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Politik

BPBD Akan Beri Bantuan Rehab bagi Korban Puting Beliung

Minggu, 23 Sep 2018 15:08 | editor : Adi Nugroho

bencana puting beliung

GOTONG-ROYONG: Warga memperbaiki atap rumah yang rusak akibat puting beliung. (ANDHIKA ATTAR - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Pascabencana angin puting beliung pada Jumat sore (21/9), warga Desa Kencong, Kecamatan Kepung berbenah. Kemarin, mereka memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak akibat terjangan angin kencang tersebut.

“Bagian atas rumah yang rusak. Talang airnya sampai terlempar ke atas atap,” ujar Teguh Basuki Rahmat, 55, warga Dusun Senowo, Desa Kencong kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin (22/9).

Sebelumnya, talang air tersebut terbawa oleh angina. Lalu tersangkut pada tiang antena rumah. Atap kanopi Teguh terbuat dari bahan galvalum dengan ukuran sekitar 8 x 5 meter.

“Kebetulan modelnya kanopi gantung. Sehingga tidak memiliki tiang penyangga vertikal. Makanya saat diterpa angin kencang, langsung terlepas ke belakang,” paparnya.

Selain mengalami kerusakan atap kanopinya, Teguh menambahkan, antena televisi miliknya juga bengkok. Sedangkan genting rumahnya bergeser dari tempat semestinya. “Tapi (genting, Red) tidak banyak yang terlempar,” imbuhnya.

Menurut Teguh, bencana angin puting beliung yang melanda Desa Kencong berdampak pada bangunan rumah warga. Kediaman mereka mengalami kerusakan beragam. “Mayoritas bagian atap maupun genting,” katanya.

Ketika bencana itu terjadi, Teguh beserta keluarganya sedang berada di Jombang. Mereka menghadiri ada acara keluarga. Sesampainya di rumah sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (21/9), kondisi hunian mereka sudah berantakan. “Sempat ada air yang masuk ke dalam karena gentingnya geser,” ungkapnya.

Teguh memperkirakan, kerugian yang dialami karena rusaknya atap kanopi sekitar Rp 3 juta. Sedangkan untuk genting tidak dia hitung. Itu karena ia masih punya stok genting di belakang rumah. “Bisa dimanfaatkan agar air tidak masuk kalau hujan nanti,” urainya.

Terpisah, kediaman Katini, 80, yang berada di utara rumah Teguh, mengalami kerusakan ringan pada gentingnya. Beberapa genting di pojok sebelah utara dan timur rumah sempat terangkat. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau terluka karena penghuni sedang tidak berada di dalam rumah.

“Mbah Katini waktu kejadian sedang ikut pengajian,” ujar Umar Rey, 30, warga yang membantu memperbaiki rumah Katini.

Berdasarkan keterangannya, kerugian yang dialami terhitung tidak banyak. Untuk biaya penggantian genting cukup sekitar Rp 100 ribu saja. Selain itu, ada antena yang rusak terkena hempasan angin. Diperkirakan harganya sekitar Rp 150 ribu.

Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa sumber koran ini, angin puting beliung datang dari arah timur. Sebelum menyapu Desa Kencong, hujan turun dengan intensitas sedang. Setelah itu, angin kencang menerjang ditambah dengan naiknya intensitas air hujan.

Lebih lanjut, Umar memaparkan, ada beberapa rumah warga lain di Desa Kencong yang mengalami kerusakan ringan. Kemarin, personel dari beberapa instansi bahu-membahu membantu warga yang terdampak bencana tersebut. Di antaranya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, TNI, dan Polri.

“Kami koordinasi dengan pemerintah desa setempat termasuk kecamatan, lalu kami lakukan kaji cepat. Selanjutnya akan kami berikan bantuan rehab sesuai hasil asesmen (penilaian menyeluruh, Red),” ujar Raden Randy Agatha Sakaira, Plt kepala BPBD Kabupaten Kediri.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar selalu waspada. Apalagi memasuki musim penghujan. Potensi bencana yang dimungkinkan terjadi adalah banjir (terlepas luapan air maupun lahar), longsor, angin puting beliung, dan angin kencang.

“Keselamatan jiwa adalah yang utama. Dimulai dari diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Apabila bencana terjadi bisa meminimalisasi dampak, baik korban jiwa maupun kerugian material yang besar,” tegasnya.

Randy juga berharap, masyarakat dapat bekerja sama dan segera melapor kepada pihaknya jika terjadi bencana. Warga bisa menghubungi telepon BPBD Kabupaten Kediri di nomor (0354) 697085. “Kalau mau WA (WhatsApp) bisa di nomor  +682337557755,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bencana puting beliung di Jumat sore itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB – 15.30 WIB. Angin kencang menerjang tempat parkir Pondok Pesantren (Ponpes) Stisfa Putri, Kencong. Kondisi atap parkiran dari asbes itu hanya disangga balok kayu yang tak terlalu besar. Praktis, saat disapu angin langsung roboh. Padahal di bawahnya terparkir 40-an motor dan satu pikap.

Selain di ponpes tersebut, angin puting beliung juga merobohkan 50 tenda pramuka yang menggelar kegiatan kemah bakti. Kemah diikuti sekitar 400 siswa dan guru SD dan MI se-Kecamatan Kepung. “Terop dan sound system untuk perkemahan rusak,” jelas Randy.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia