Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Wah! Cukai Sasar Rokok Elektrik

21 September 2018, 10: 32: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

vape

ANEKA AROMA: Liquid vape milik pengecer rokok elektrik dalam sosialisasi kemarin. Barang ini bakal naik harga karena penerapan cukai. (FOTO & GRAFIS: Didin Saputro - Afrizal Saiful - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KOTA - Para penyuka liquid vape alias rokok elektrik harus bersiap untuk merogoh kocek lebih dalam lagi. Sebab, produk tersebut akan terkena pita cukai. Besarnya pun sangat ‘lumayan’. Yaitu sebesar 57 persen.

Artinya, harga liquid vape bakal terkerek tajam. Contohnya, kemasan liquid vape ukuran 60 ml yang kini harganya berkisar Rp 100 ribu, dengan pengenaan cukai ini akan menjadi Rp 150 ribu lebih. Padahal, biasanya para perokok elektrik menghabiskan cairan itu selama satu minggu saja!

“Seharusnya pemberlakuan peraturan baru ini mulai 1 Juli. Namun kami beri waktu relaksasi hingga 1 Oktober nanti,” terang Suryana, kepala Kantor Bea Cukai Kediri.

Memang, hampir tiga bulan ini pemerintah telah memberi rentang waktu terkait penerapan cukai pada liquid vape itu. Nah, dalam rentang waktu ini ternyata sudah mulai muncul keluhan dari penjual liquid vape di Kota Kediri.

Suryana menyebut bahwa dalam tenggang waktu relaksasi, pihaknya juga melihat kendala-kendala di lapangan. Termasuk untuk mengetahui keluhan dari penjual cairan rokok elektrik. Juga data-data penjual cairan rokok elektrik yang ada di wilayah kerja Kantor Bea Cukai Kediri.

“Setelah ini kami akan laporkan kendala di lapangan ke kantor pusat, supaya penerapan peraturan produk HPTL (Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya, Red) bisa berjalan sesuai yang disepakati,” jelasnya.

Peraturan penerapan pita cukai pada cairan rokok elektrik ini telah tertuang pada Peraturan Menteri Keuangan nomor 67/PMK.04/2018 tentang perdagangan barang kena cukai, pelunasan cukai, pelekatan pita cukai, dan pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya. Untuk liquid vape ini dari hasil penelitian, masuk dalam kategori HPTL.

Menurut Suryana, penjual liquid vape di Kediri sangat antusias dalam menyambut penerapan peraturan baru ini. Mereka siap untuk melaksanakan aturan. Hanya, ada beberapa kendala yang masih membuat mereka merasa terbebani.

Pihak bea cukai menegaskan akan menampung masalah-masalah yang mereka hadapi jelang pemberlakuan aturan tersebut. Selama ini memang yang mempunyai urusan langsung dengan kantor Bea Cukai pusat adalah brewer atau pembuat liquid vape. Para brewer sebagai produsen utama inilah yang akan dikenakan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Brewer tersebut merupakan supplier dari penjual-penjual (pengecer) yang ada di daerah. Termasuk di Kota Kediri ini.

“Jadi yang dikenakan NPPBKC adalah brewer atau supplier tersebut, bukan pengecernya,” tegas Suryana.

Permasalahannya, keluhan dari pengecer adalah karena sejumlah brewer resmi belum bisa mengganti liquid vape baru yang sudah berpita cukai. Bahkan juga ada sejumlah brewer yang tutup karena tidak siap menghadapi peraturan baru tersebut. Hal inilah yang cukup meresahkan pengecer. Sebab, pengecer mulai 1 Oktober nanti harus menghabiskan produknya yang selama ini belum terpasang pita cukai.

“Sehingga hari ini (Kemarin, Red) kami menerima masukan-masukan dari mereka sebagai bahan pertimbangan pada pimpinan pusat untuk mengambil kebijakan dan regulasi seperti apa penerapan cukai HPTL ini,” bebernya.

Kemarin kantor Bea Cukai Kediri mengadakan sosialisasi sekaligus diskusi dengan para penjual liquid vape dari beberapa wilayah di Kediri dan sekitarnya. Salah satu penjual adalah David. Dia menyampaikan masalah yang sedang dialami jelang penerapan peraturan ini. Kendala utamanya adalah tidak semua brewer bisa menukar ulang produk.

“Kami dan teman-teman mau tidak mau ya harus menghabiskan stok yang belum berpita cukai ini dalam waktu dekat,” keluhnya.

Fakta Liquid Vape

·        Merupakan ekstrak dan esens hasil tembakau berbentuk cair.

·        Masuk kategori hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL).

·        Produk HPTL

·        Pabrik/Brewer melakukan pelunasan cukai sebelum dijual pada konsumen. Dengan cara pelekatan pita cukai untuk produk liquid vape. Sesuai PMK-68/PMK.04/2018

·        Dikenakan tariff 57% dari harga jual eceran (HJE) yang diajukan. Sesuai PMK-146/PMK.010/2017

·        Batas edar Produk HPTL yang telah diproduksi sebelum 1 juli 2018 yang telah disediakan untuk dijual dan belum memenuhi ketentuan, dapat disediakan untuk dijual paling lambat 1 Oktober 2018.

·        Ketentuan isi kemasan 15/30/60/100 mililiter.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia