Selasa, 19 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Terancam WNA Deportasi, Didominasi Pelajar hingga Santri

15 September 2018, 14: 46: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

wna

WNA Overstay (GRAFIS: Afrizal Saiful - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI - Ribuan warga negara asing (WNA) yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrrasi III Kediri ditengarai masih overstay. Mereka sebagian besar pelajar dan santri yang sedang menempuh pendidikan.

Data yang dimiliki Jawa Pos Radar Kediri, total ada 22 WNA yang diketahui overstay sejak Januari 2018 hingga Agustus 2018. “Penyebabnya kelalaian dari pihak sponsor dan penanggungjawab atas keberadaan WNA tersebut,’ terang Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sub Seksi Informasi Sarana Komunikasi dan Pengawasan Penindakan Keimigrasian (Insarkom dan Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas III Kediri Priyo Wijanarko.

Menurut Priyo, para WNA tersebut biasanya menyerahkan urusan keimigrasian kepada sponsor. “Sementara pihak sponsor ternyata lupa,” terangnya. Diketahui, para WNA tersebut berasal dari tujuh negara. Yaitu Tiongkok, Thailand, Malaysia, Yaman, Timor Leste, Bangladesh, dan Belanda.

Paling banyak berasal dari Thailand, Malaysia dan Timor Leste, masing-masing ada enam warga. Sementara negara lainnya, terdiri dari satu WNA yang overstay.

Sebagian besar dari mereka adalah kalangan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan maupun kursus di kampung Inggris yang berada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.  Rata-rata mereka overstay selama 1-75 hari.

“Mereka memang cenderung aktif dengan kegiatannya selama di sini. Sehingga tidak menutup kemungkinan mereka lupa untuk mengurus paspornya,” terangnya sambil menunjukkan data dan identitas WNA.

Hal ini juga dialami oleh WNA yang sedang menempuh pendidikan pesantren di pondok terkenal yang tersebar di Kediri. Sedangkan yang disponsori oleh kursus bahasa Inggris sebanyak tujuh orang.

Lainnya disponsori sekolah maupun perguruan tinggi sebanyak tiga orang. Ada pula yang disponsori perorangan sebanyak dua orang serta tanpa keterangan sebanyak dua orang. Dari keseluruhan WNA yang overstay tersebut didominasi oleh WNA laki-laki yaitu sebanyak 15 orang.

Pihak sponsor dalam hal ini merupakan sebuah lembaga yang tidak hanya melayani atau bertanggung jawab pada satu WNA saja, mereka cenderung bertanggung jawab lebih dari satu WNA baik lembaga khursus, pendidikan maupun kementrian agama hingga pondok pesantren.

Pihak imigrasi menindaklanjuti kasus overstay ini sesuai dengan undang-undang Keimigrasian nomor 06 tahun 2011 pasal 78 ayat . “Kami tindak lanjuti dengan dikenakan beban biaya sesuai ketentuan, kalau tidak membayar biaya beban bisa dideportasi dan penangkalan,” tegasnya.

Priyo juga  menceritakan seperti kasus Helal Miah yang overstay namun tidak melakukan beban biaya, sehingga Kantor Imigrasi Kelas III Kediri mengambil langkah deportasi dan penangkalan sesuai dengan pasal 78 ayat 2 UU Nomor 6 tentang Keimigrasian. Hal tersebut juga berlaku bagi WNA lainnya yang melakukan hal yang sama dengan Helal, WNA asal Bangladesh.

Mereka yang Overstay

Jumlah: 22 Orang (Pria: 15 Perempuan: 7)

Asal Negara: Tiongkok, Thailand, Malaysia, Yaman, Timor Leste, Bangladesh, dan Belanda

Kepentingan: Pendidikan Santri dan Pelajar

Lokasi: Pondok Pesantren dan Kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris

Overstay: 1 hingga 75 hari

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia