Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dibayangi Kasus Pungli SIM, Kapolres Kediri Dicopot

15 September 2018, 14: 21: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

kapolres kediri erick

DIGANTI: Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan.

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Belum satu tahun menjalani dinas di Mapolres Kediri, Kapolres AKBP Erick Hermawan dimutasi. Mantan Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jatim yang bertugas di Kabupaten Kediri sejak 5 Desember 2017 ini, sejak 12 September 2018 dipindah ke Mabes Polri.  

Itu berarti dia hanya menjabat kapolres sekitar 10 bulan lebih. Di markas pusat korps baju cokelat tersebut, Erick diberi tugas sebagai perwira menengah Pelayanan Masyarakat (Yanma) Mabes Polri.

Kepastian Erick dibebaskan dari jabatannya sebagai kapolres merujuk dari Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Nomor ST/2282/IX/KEP/2018. Dalam TR tertanggal 12 September 2018 itu ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Polisi Eko Indra Heri.

“Untuk sertijab (serah terima jabatan) akan dilakukan minggu depan. Tempat acara di Polda (Jatim),” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.

Mutasi Kapolres Kediri ini cukup mengejutkan. Apalagi, mengingat kurang dari sebulan sebelumnya –tepatnya pada Sabtu, 18 Agustus 2018– tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Mabes Polri melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 13 oknum personel polres.

Mereka diduga terlibat praktik pungli uang jasa pengurusan surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Kediri. Dalam kasus ini, santer berembus kabar Kapolres Erick Hermawan tersangkut. Kabar yang berkembang, perwira menengah (pamen) Polri ini ikut menikmati jatah setoran dari hasil pungli tersebut.

Dia bahkan sempat menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. Namun, setelah itu Erick terlihat kembali bertugas di Mapolres Kediri, Kelurahan/Kecamatan Pare. Namun ketika dikonfirmasi soal mutasi Erick terkait dengan kasus pungli uang jasa pengurusan SIM itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menampiknya. Menurutnya, mutasi personel di tubuh Polri adalah hal yang wajar. “Itu untuk penyegaran dalam organisasi,” katanya.

Lantas bagaimana dengan kelanjutan pemeriksaan dari hasil OTT tim saber pungli Mabes Polri. Frans menyatakan, kasus tersebut tetap ditindaklanjuti. Hingga kemarin, ia menyebut, berkas-berkas pemeriksaan yang juga melibatkan beberapa oknum anggota Polres Kediri itu masih ditangani oleh penyidik Mabes Polri. “Kasusnya masih ditangani oleh Mabes Polri,” tegasnya.

Namun hingga kemarin (14/9), Frans belum mengetahui sampai sejauh mana hasil pemeriksaan kasus itu. Sebab, ia mengaku, belum ada penjelasan dari Mabes Polri.

          Lantas siapa yang akan menduduki kursi Kapolres Kediri? Sesuai dengan TR Kapolri, telah ditunjuk Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal Saiful Faton yang akan menggantikan Erick. Meski begitu, hingga kemarin, Erick masih terlihat menjalankan tugas di mapolres.

          Bahkan, sekitar pukul 13.00 Erick memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Kasatlantas Polres Kediri. Dia melantik AKP Ris Andrian Yudho menjadi kasatlantas menggantikan AKP Fatikh Dedy Setiawan di aula Jana Nuraga Polres Kediri. Semula Ris Andrian adalah Kasatlantas Polres Banyuwangi. Sedangkan, Fatikh dipindah sebagai Kasatlantas Polres Jember.

Untuk diketahui, kasus pungli uang jasa pengurusan SIM berhasil terungkap dari proses pengintaian cukup lama. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, penyelidikan tim saber pungli bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya. Itu setelah ada laporan masuk dari masyarakat ke tim satber Mabes Polri.

Hingga akhirnya pada Senin (13/8) tim saber pungli turun ke Kabupaten Kediri  dan melakukan pemantauan ke mapolres di Pare. Pada Kamis (14/8), petugas menggunakan jasa tukang becak untuk mengurus SIM melalui jalur calo. Uang sebesar Rp 1 juta diberikan kepada dua tukang becak.

Saat uang diterima calo inilah, petugas langsung melakukan penangkapan. Telepon seluler (ponsel) pun disita. Calo diingatkan. Penelusuran lalu dilakukan petugas untuk mengungkap pelaku pungli jasa pengurusan SIM.

Puncaknya, pada Sabtu siang (18/8), tim saber pungli mengamankan 13 oknum petugas yang ditengarai terlibat. Ketika tim menggerebek, kebetulan sedang proses penghitungan pembagian uang hasil pungli.

Uang dan catatan detail pembagian pun berhasil disita. Seluruh oknum petugas satpas SIM yang diduga terlibat langsung dibawa ke Mapolda Jatim. Semuanya diperiksa secara intensif selama dua hari. Pada Minggu (19/8) semua telah dikembalikan ke mapolres.

Mutasi Dibayangi Kasus Pungli

Agustus 2018

18/8   Tim Saber Pungli Mabes Polri lakukan OTT di Baur SIM Polres Kediri

Sebanyak 13 oknum anggota polisi, ASN, dan pegawai harian lepas (PHL) sempat diperiksa di Polda Jatim

20/8   Polda Jatim membenarkan ada OTT, semua yang diamankan dalam proses pemeriksaan

21/8   Kadivpropam Mabes Polri menerangkan Kapolres Kediri akan jalani sidang etik

22/8   Polda Jatim tegaskan kasus dugaan pungli uang jasa pengurusan SIM masih ditangani Mabes Polri

September 2018

12/9   Terbit Telegram Polri terkait mutasi Kapolres AKBP Erick Hermawan

14/9   Humas Polda Jatim menyatakan sertijab kapolres dijadwalkan minggu depan di Polda Jatim

          Kasatlantas Polres Kediri AKP Fatikh Dedy Setiawan dimutasi

          Kapolres Erick melantik Kasatlantas Polres Kediri baru

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia