Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features

Agung Firmansyah, Anak Panti Asuhan yang Bisnis Pangkas Rambut

Berawal dari Cukur Teman Satu Klub Sepak Bola

Selasa, 11 Sep 2018 16:32 | editor : Adi Nugroho

potong rambut

MANDIRI: Agung Firmansyah sedang memotong rambut pelanggannya di kios pangkas rambut, Jalan Harinjing, Desa/Kecamatan Kepung (9/9). (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

Dibesarkan di panti asuhan tak membuat Agung patah semangat. Justru dari tempat itulah kehidupannya ditempa. Dia sempat menjadi pemain sepak bola, karyawan rumah makan, dan bekerja di salon. Hingga akhirnya, kini bisa mandiri dan sukses bisnis potong rambut.

 

MOCH DIDIN SAPUTRO

Di Minggu (9/9) siang yang terik itu, Agung Firmansyah tampak sibuk melayani pelanggannya. Pemuda ini terlihat cekatan memangkas rambut konsumennya di kios cukurnya, Jalan Harinjing, Desa Kepung. Tepatnya di depan kantor Kecamatan Kepung.

Kiosnya sederhana. Namun tampak modern dibanding tempat pangkas rambut lain di pedesaan. Di dalamnya terlihat peralatan pangkas berjajar rapi di meja, lengkap dengan satu bak pencuci rambut di sudut ruangan.

Yang menarik, di samping peralatan tersebut terpajang sebuah trofi. Tanda penghargaan juara pemangkas rambut dari salah satu perusahaan minyak rambut. Di trofi tertulis nama 'Agung Cekrik', sapaan karib pemangkas muda itu. “Trofi ini saya dapat saat masih bekerja di Surabaya,” sahut Agung.

Dari perkataan singkat itu, Agung pun mulai menceritakan perjalanan hidupnya. Semua berawal dari hobinya saat belia. Sejak ia berada di panti asuhan di Desa Bogokidul, Kecamatan Plemahan. Waktu itu, Agung ditinggal ibunya merantau mencari nafkah ke luar negeri. “Saya masuk panti bersama kakak dan adik. Saat itu saya masih 6 tahun,” kenangnya.

Di panti asuhan Agung mendapat pelajaran hidup. Salah satunya, kemandirian dan semangat menjalani kehidupan. Dari sanalah Agung pantang menyerah dalam menggapai cita-cita. Dari hobinya sepak bola, ia berhasil masuk klub pelatihan Kabupaten Kediri. Dari klub itu, Agung bertekad ikut seleksi di Kota Blitar.

Kendati banyak pesaing yang notabene dari keluarga berada, dia tak patah arang. Niatnya menjadi pemain bola sudah bulat. “Dari diri saya pribadi sudah yakin, apapun yang saya lakukan dengan sungguh-sungguh, pasti hasilnya tidak bisa mengkhianati,” cetusnya.

Alhasil, Agung lolos seleksi. Hingga akhirnya pria 24 tahun ini menjadi pesepak bola. Saat itu ia berusia 18 tahun. Bermain di satu klub yang sudah dikenal di Jawa Timur, banyak pertandingan yang ia jalani.

Namun harapan menjadi pesepak bola nasional kandas di tengah jalan. Tak sampai dua tahun meniti karir, Agung harus menghentikan langkahnya dalam olahraga yang banyak digandrungi para pemuda itu. Dia cedera saat pertandingan. Parahnya, kaki kanan sudah tak bisa untuk menendang lagi.

Tak menyerah, Agung kembali bangkit dengan keahlian yang dimilikinya sejak hidup di panti asuhan. Ia mencoba bekerja menjadi pemangkas rambut di salon Kota Surabaya. “Suka pangkas rambut sejak kecil. Bahkan dulu sering mencukur rambut teman-teman pemain sepak bola. Sebelum jadi tukang pangkas rambut saya sempat bekerja di rumah makan,” akunya sembari tersenyum kecil.

Dari pekerjaan sederhana itulah Agung bisa bangkit lagi. Dengan penuh semangat ia menjalani profesi yang memang sering dianggap remeh orang. Selama ini banyak pundi-pundi rupiah yang telah ia kumpulkan dari pekerjaan itu. Berbagai penghargaan tanda prestasinya dalam teknik mencukur pun sering diraih. Agung pun memutuskan keluar sebagai karyawan di Surabaya.

“Kembali ke Kediri ini juga karena istri saya tinggal di sini. Jadi ya harus merelakan pekerjaan di Surabaya,” ungkapnya.

Dengan tekadnya, Agung bisa membuka pangkas rambut sendiri. Kiosnya di Jl Harinjing, Kepung, masih berstatus sewa tempat. Namun itu cukup memuaskan. Ia sebenarnya tak menyangka bisa memiliki usaha sendiri. Memang awalnya hanya satu dua orang yang datang. Itu sekitar beberapa bulan yang lalu. “Alhamdulillah sekarang sehari bisa sampai 20-25 orang,” jelasnya.

Agung mengaku, semua didapat dengan jalan yang tak mudah. Tentunya banyak rintangan dan hambatan. Termasuk pupusnya impian menjadi pesepak bola. Itu sempat membuatnya hampir putus asa. Namun karena tekad dan usaha kerasnya, pria yang kini tinggal di Jl Flores, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare ini bisa menunjukkan dirinya bisa bangkit. Bahkan saat ini Agung berencana membuka cabang pangkas rambut lagi di wilayah Pare.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia