Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bukit Kura-Kura Ongakan Terbakar, Ini Sebabnya

Selasa, 11 Sep 2018 16:26 | editor : Adi Nugroho

kelud terbakar

FAKTOR CUACA: Bukit Ongakan yang terbakar. (BPBD Kabupaten Kediri For JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Tidak hanya hutan di lereng Gunung Wilis, kebakaran juga terjadi di dua hektare lahan bukit kura-kura, Ongakan, Besowo. Meskipun belum dapat dipastikan namun penyebab kebakaran ini ditengarai terjadi karena faktor alam dan bukannya kesalahan manusia.

          “Faktor alam, kayu dan ilalang hutan yang kering. Selain itu, juga disebabkan suhu panas yang begitu ekstrem,” ujar Windoko, ketua Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri kepada koran ini kemarin siang (10/9).

          Kebakaran ini sendiri diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB kemarin (10/9). Lokasi kebakaran terletak di Petak 148 Resort Pemangkuan hutan (RPH) Besowo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pare, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri.

          Kebakaran lahan ini pertama kali diketahui oleh Rony, penjaga bukit wisata Ongakan, Desa Besowo, Kepung. Mendapat laporan tersebut, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Raden Randy Agatha Sakaira langsung mengambil tindakan.

Randy pun memerintahkan personel URC BPBD Kabupaten Kediri untuk berkoordinasi dengan pihak Perhutani. Tim URC pun langsung berangkat dan mengecek lokasi kebakaran. “Saat ini empat personel, langsung saya handel sendiri di lokasi. Bersama rekan perhutani, intel Kodim dan juga masyarakat,” terang Windoko.

Berdasarkan pemantauan di lokasiada sekitar dua hingga tiga hectare laha hutan lindung yang terbakar. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih dalam tahap pemantauan untuk menyiapkan teknis lokalisir agar api tidak merambat ke bukit di sebelahnya. “Hutan lindung yang menuju area kawah gunung Kelud yang menjadi antisipasi kami,” tuturnya.

Terkait kemungkinan kebakaran ini disebabkan oleh faktor manusia, Windoko menyanggahnya. Menurutnya kebakaran ini tidak disebabkan oleh faktor manusia karena akses teramat sulit di jangkau.

Hingga berita ini ditulis, Windoko bersama timnya masih berada di lokasi guna memantau perkembangan dari kebakaran lahan hutan ini. Kondisi terakhir dilaporkan bahwa yang mengarah ke selatan arah kawah gunung Kelud masih menyala.

Sementara itu, hutan lindung dan rimba di lereng gunung Wilis mengalami kebakaran pada Minggu (9/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Secara administratif lahan hutan yang terbakar ini masuk wilayah kecamatan Ngetos, Nganjuk namun dikhawatirkan bisa merembet ke wilayah Kabupaten Kediri.

          Oleh karena itulah, BPBD Kabupaten Kediri juga memberikan perhatian khusus pada kasus ini. “Akhirnya kita juga menugaskan personel untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Randy.

          Lebih lanjut, menurut Randy, kebakaran di lereng Gunung Wilis ini diduga karena ulah manusia. Namun belum diketahui pasti apakah terjadi karena orang membakar sampah sembarangan, terkena puntung rokok atau yang lainnya.

          Menyikapi fenomena kebakaran lahan ini, Randy berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan. “Seperti membuang puntung rokok sembarangan itu juga bisa jadi penyebab kebakaran. Belum lagi sekarang cuacanya sedang panas seperti ini,” terangnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia