Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi
Seputar Pertanian Nganjuk

Optimistis Capai Target Produksi Brambang

Selasa, 11 Sep 2018 12:09 | editor : Adi Nugroho

PRODUKTIVITAS BAGUS: Petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Bagor mulai melakukan penanaman bawang merah. Panenan brambang tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu.

PRODUKTIVITAS BAGUS: Petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Bagor mulai melakukan penanaman bawang merah. Panenan brambang tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.JawaPos.com)

NGANJUK – Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk optimistis bisa memenuhi target produksi bawang merah tahun ini. Pasalnya, dibanding 2017 panenan bawang merah 2018 lebih baik. Diprediksi, hasil panen bisa mencapai lebih dari 1,5 juta kuintal di akhir tahun.

Data Dispertan Kabupaten Nganjuk, pada 2017 produksi bawang merah mencapai 1.267.197 kuintal. Dari luas tanam sebesar 12.330 hektare, luas panen hanya 11.911 hektare. Itu berarti rata-rata panen bawang merah sekitar 10,5 ton per hektare.

Kasi Produksi Hortikultura Dispertan Kabupaten Nganjuk Wuwun Risvita mengatan, hasil produksi bawang merah tahun lalu memang kurang begitu bagus. Musim hujan yang panjang menjadi salah satu pemicunya. “Tahun lalu terlalu banyak air,” katanya.

Karena faktor tersebut, luas panen lebih kecil dibanding luas tanamnya. Selisihnya mencapai 419 hektare. “Sebagian lahan terkena hama. Jadi tidak semua bisa dipanen,” lanjutnya.

Tahun ini, dispertan menargetkan produksi, luas tanam, dan luas panen lebih tinggi dari realisasi 2017. Wuwun menyebut, target luas tanam dan luas panen masing-masing 12.800 hektare dan 12.900 hektare. Sedangkan  produksi bawang merah ditargetkan 1.596.900 kuintal.

Wuwun optimistis dapat memenuhi target tersebut. Sebab, dari laporan yang diterima dispertan di lapangan, rata-rata hasil panen bawang merah tahun ini sekitar 18 ton per hektare. Sedangkan tahun lalu, hanya 10 ton per hektare. “Tahun ini, cuacanya bagus,” terangnya.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Jawa Timur Akad. Dia mengaku, cuaca yang bagus membuat produksi bawang merah meningkat. Saat ini, petani di sejumlah wilayah tengah memasuki musim tanam kedua. “Panen raya musim tanam pertama Agustus lalu,” kata pria asal Kecamatan Rejoso ini.

Dengan hasil tersebut, Akad mengaku target produksi bawang merah lebih baik dibanding tahun lalu. Hanya saja, dengan hasil yang melimpah, harga di tingkatan petani menjadi anjlok. Rata-rata harga bawang merah saat ini di kisaran Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu per kilogram.

Jumlah panenan bawang merah, lanjut Akad, masih bisa bertambah menjelang akhir tahun. Pasalnya, menurut Akad, petani masih akan menanam lagi di bulan November 2018. “Itu namanya musim labuhan. Musim tanam di bulan November,” tandasnya.

Sementara itu, Nyono, petani bawang merah asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bagor mengaku mulai menamam bawang merah lagi di musim tanam kedua. Pada Agustus lalu, dia bisa memanen sekitar 10 ton  bawang merah dari 300 ru lahan yang ditanam. “Di musim (tanam) kedua ada 150 ru,” kata pria 55 tahun ini.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia