Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Kios di Pasar Wage III Rp 1 Juta per Tahun

Pedagang Mulai Sewakan Bidak

Selasa, 11 Sep 2018 11:58 | editor : Adi Nugroho

BANYAK YANG TUTUP: Sejumlah kios di Pasar Wage III belum digunakan berjualan oleh para pedagang. Baru sebagian kecil yang membuka lapaknya, kemarin.

BANYAK YANG TUTUP: Sejumlah kios di Pasar Wage III belum digunakan berjualan oleh para pedagang. Baru sebagian kecil yang membuka lapaknya, kemarin. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.JawaPos.com)

NGANJUK – Pedagang Pasar Wage III agaknya cuek dengan peringatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk. Meski dilarang, mereka     tetap menyewakan bidak ke orang lain. Rata-rata harganya Rp 1 juta per tahun.

Praktik sewa bidak di pasar baru itu diakui Jaenuri. Dia mengaku sudah menyewa dari pedagang roti yang mendapat kios di Pasar Wage III. Harga sewanya sebesar Rp 750 ribu per tahun. “Saya sewa ke pedagang lain,” kata Jaenuri.

Menurut Jaenuri, harga sewa tersebut untuk bidak ukuran 1,5x3 meter. Sebelumnya, saat lotere dia mendapat kios dengan ukuran yang sama. Setelah menyewa ke pedagang lain, kini ukuran kiosnya lebih luas. “Ya istilahnya sudah satu rolling door. Tidak berbagi lagi dengan pedagang lain,” ungkap pedagang gerabah ini.

Seperti diketahui, beberapa pedagang di Pasar Wage III mendapat jatah kios yang dibagi dua. Dari ukuran semula 3 x 3 meter, mereka mendapat jatah 1,5 x 3 meter. Karena itu, sebagian pedagang mengeluhkan hal tersebut.

Sebenarnya, lanjut Jaenuri, praktik sewa kios itu dilarang disperindag. Namun, dia tidak punya pilihan lain. “Mau bagaimana lagi. Tidak cukup kalau hanya ukuran 1,5 x 3 (meter). Ya satu-satunya cara harus sewa,” lanjut pria asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk ini.

Kebetulan, ada pedagang roti yang tidak mau menempati kios jatah dari pemkab. Menurut Jaenuri, pedagang tersebut memilih berjualan di rumah. “Akhirnya kiosnya disewakan,” terangnya.

Praktik itu sebenarnya juga dilakukan pedagang lain. Jaenuri mengatakan, sebagian pedagang juga menyewakan kiosnya ke oran lain. Harganya rata-rata Rp 1 juta per tahun. “Rata-rata segitu. Saya beruntung dapat lebih murah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Heni Rochtanti mengaku belum mengecek kondisi pedagang di Pasar Wage III. Seperti sebelumnya, dia menegaskan praktik menyewakan kios ke orang lain itu dilarang. “Itu (kios) milik pemkab. Jadi tidak boleh disewakan atau dipindahtangankan,” tegasnya.

Lebih jauh Heni mengatakan, setelah ini pihaknya akan mengecek satu per satu kios di Pasar Wage III. Jika dalam dua minggu sampai sebulan kios tidak ditempati, pihaknya akan mencabut izin penempatan. Kios akan diberikan ke pedagang lain yang benar-benar ingin berjualan.

Pantauan koran ini kemarin, sejumlah kios di Pasar Wage III masih tutup. Menurut Heni, biasanya pedagang menunggu hari baik untuk memulai berjualan. “Pedagang menunggu pasaran. Tapi yang di pasar lama, semua sudah pindah. Kami tinggal menutupnya,” urainya. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia