Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tinggal Sendiri, Nenek Tewas Terbakar

Ditemukan dalam Posisi Meringkuk

Selasa, 11 Sep 2018 11:44 | editor : Adi Nugroho

TRAGIS: Anggota Polsek Warujayeng mengecek kondisi tubuh Musilah yang gosong setelah gubuk tempat tinggalnya dilalap si jago merah Minggu (9/9) malam lalu.

TRAGIS: Anggota Polsek Warujayeng mengecek kondisi tubuh Musilah yang gosong setelah gubuk tempat tinggalnya dilalap si jago merah Minggu (9/9) malam lalu. (REKIAN - RADARKEDIRI.ID)

NGANJUK - Hidup Musilah, 72, warga asal Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom berakhir tragis. Perempuan tua itu tewas terbakar di gubuknya Minggu (9/9) malam lalu. Api diduga berasal dari lampu teplok, satu-satunya penerangan di bangunan berukuran 2,5x5 meter itu.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.15. Kobaran api di gubuk Musilah pertama kali diketahui oleh Yosua, 26, warga setempat. “Saya langsung berteriak meminta tolong agar api bisa dipadamkan,” kata Yosua ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) Minggu malam lalu.

Hanya dalam hitungan menit, warga langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tetapi, gerakan warga agaknya kalah cepat dengan kobaran api yang dalam waktu dekat langsung menyebar ke seluruh bagian gubuk.

Tempat tinggal Musilah itu pun langsung terbakar keseluruhan. “Kami sudah berusaha memadamkan api tapi gagal. Makanya, kami langsung menghubungi PMK,” lanjut Yoshua.

Sekitar pukul  21.30, dua mobil PMK langsung mendatangi TKP di tepi jalan raya Warujayeng-Loceret itu. Pemadaman hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Sayangnya, Musilah yang tinggal sendiri di gubuk itu ditemukan sudah dalam kondisi gosong terbakar.  Tubuhnya yang dalam posisi meringkuk itu nyaris tak bisa dikenali.

Terkait kebakaran yang menewaskan Musilah, Kepala UPTD PMK Nganjuk Setyana Dwiharto mengatakan, tempat tinggal Musilah yang terbuat dari kayu dan bambu membuatnya mudah terbakar. Apalagi, di dalamnya juga terdapat banyak kardus dan plastik tak terpakai.

Tak ayal, si jago merah yang diduga tersulut lampu teplok itu bisa dengan cepat membakar seluruh ruangan. “Kondisi rumahnya memang mudah terbakar,” katanya.

Sementara itu, polisi yang mengetahui ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut langsung mengamankan TKP. Mereka memasang garis polisi di sekeliling gubuk Musilah.

Kapolsek Warujayeng Kompol Edy Hariadi melalui Kanit Reskrim Iptu Pujo Santoso yang Minggu malam lalu mendatangi TKP mengatakan, musibah kebakaran tersebut murni karena kelalaian. “Dari keterangan saksi, korban tinggal sendiri dan menggunakan lampu ublik untuk penerangan,” kata Pujo.

Saat kejadian, diduga Musilah sedang tidur. Kondisinya yang renta membuatnya tidak bisa lari saat tempat tinggalnya terbakar. Apalagi, dia diketahui sudah kesulitan untuk berjalan. “Kondisinya sangat memprihatinkan,” beber perwira dengan pangkat dua balok di pundak itu sembari menyebut mayat Musilah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Moestadjab untuk divisum.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia