Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Puluhan Hektare Hutan Dilalap Api

Cegah Merembet, Tim Gabungan Membuat Ilaran

Selasa, 11 Sep 2018 11:21 | editor : Adi Nugroho

MEDAN TERJAL: Tim gabungan dari perhutani, LMDH dan TNI membuat ilaran dengan membersihkan ilalang agar api tak menjalar ke lokasi yang belum terbakar.

MEDAN TERJAL: Tim gabungan dari perhutani, LMDH dan TNI membuat ilaran dengan membersihkan ilalang agar api tak menjalar ke lokasi yang belum terbakar. (FOTO: PERHUTANI KPH KEDIRI)

NGANJUK - Puluhan hektare hutan lindung di lereng Gunung Wilis hangus dilalap api. Titik api yang muncul di Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Salam Judeg, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pace, sejak Sabtu (8/9) lalu itu belum bisa dipadamkan hingga kemarin. Tim gabungan pun membuat ilaran agar kebakaran hebat itu tak merembet ke perkampungan.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, api pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00. “Tidak bisa langsung dilakukan pemadaman karena medan yang terjal dan sulit,” kata Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuah Hutan (KPH) Kediri Ratmanto.

Ratmanto mengakui, meski berada di Kabupaten Nganjuk, BKPH Pace berada di bawah KPH Kediri. Karenanya, hingga kemarin pihaknya terus memantau proses pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan. Yaitu, petugas perhutani, lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) dan TNI.

Hingga tadi malam, menurut Ratmanto luas hutan yang terbakar mencapai sekitar 35 hektare. Hutan lindung tersebut berisi ilalang lebat dan tanaman bawah lainnya. “Angin di atas sangat kencang. Jadi, api cepat menyebar,” lanjut Ratmanto.

Agar api tidak menyebar,  Ratmanto mengatakan, tim gabungan yang beranggotakan puluhan personel membuat ilaran atau sekat bakar. Caranya, mereka membersihkan ilalang yang belum terbakar hingga selebar tiga sampai empat meter.

Ilaran dibuat mengelilingi titik api. Sehingga, api tidak bisa menyebar ke lokasi lain yang belum terbakar. Dengan cara demikian, Ratmanto berharap kebakaran tidak semakin luas.

Terpisah, Kasi Intel Kodim 0810 Nganjuk Lettu Suwoto mengatakan delapan anggota Koramil Ngetos ikut memadamkan api bersama tim gabungan sejak pukul 06.00 hingga pukul 14.00, kemarin. “Memadamkan api dengan digepyok (dipukul menggunakan ranting pohon, Red) dan membuat ilaran,” kata Suwoto.

Pembuatan ilaran, lanjut Suwoto, dilakukan di beberapa lokasi. Di antaranya di petak 49 A di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Kemudian, petak 42 B di Dusun Sanggrahan, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos. “Untuk di Desa Bajulan, Loceret dibuatkan sekat bakar agar api tidak menyebar ke perkebunan pinus,” lanjut Suwoto.

Bagaimana dengan titik kebakaran di Desa Salam Judeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos? Suwoto mengatakan, selain dibuatkan ilaran, di lokasi tersebut juga ada sungai. Sehingga, api tidak akan merembet lebih luas lagi.

Tentang kemungkinan api merembet ke pemukiman warga, Suwoto menyebutkan, jarak lokasi hutan lindung dengan pemukiman sekitar 10 kilometer. Untuk memastikan api tidak menjalar, tim gabungan juga sudah membuat ilaran. “Sangat jauh (jarak ke pemukiman warga, Red). Jalan kaki sampai tiga jam,” urainya.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono mengakui, kebakaran hutan terjadi selama tiga hari karena pemadaman sulit dilakukan. Penyebabnya, lokasi kebakaran yang luas dan medan yang sulit.

Karenanya, untuk titik yang tidak bisa dijangkau, tidak dilakukan pemadaman. “Tetapi tetap kami lakukan pemadaman, karena kalau tidak habitat hewan di hutan lindung akan terancam dengan kebakaran ini,” tandas Soeko. 

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia