Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Pelaku Industri Tahu dan Tempe Berharap Harga Kedelai Stabil

Senin, 10 Sep 2018 19:02 | editor : Adi Nugroho

tahu kediri

TAK TERPENGARUH: Salah satu pelaku usaha tahu di Kediri. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA – Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tak mempengaruhi harga kedelai di Kota Tahu. Hingga kemarin, tidak ada gejolak harga yang signifikan. Harga jual kedelai lokal maupun impor relatif stabil.

Di pasaran, kedelai impor dipatok Rp 9 ribu per kilogramnya. Sedangkan kedelai lokal harganya Rp 12 ribu per kilogram (kg). “Belum naik, mungkin setelah ambil barang baru dari pemasok. Jadi tahu harga saat ini,” ujar Suwito, pedagang peracangan di kawasan Pasar Setonobetek, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di tokonya.

Laki-laki yang akrab disapa Wito ini mengakui, memang beredar isu kenaikan harga kedelai di beberapa derah. Namun baik dirinya maupun rekan sesama pedagang kedelai tidak menemukan indikasi kenaikan harga di Kota Kediri. Dari sisi pasokannya juga tidak mengalami kekurangan.

Stok masih mampu memenuhi permintaan konsumen. Menurut Wito, bahan pangan sekaligus bahan baku pembuatan tempe maupun tahu ini berharga Rp 9 ribu per kg.

Masih di lokasi yang sama, Astun yang juga pemilik toko peracangan, mengaku, harga kedelai tidak naik. Harga yang dipatok pun masih sama dengan sebelumnya. Yakni, untuk kedelai impor Rp 9 ribu per kg. Sementara kedelai lokal seharga Rp 12 ribu per kg.

Diakuinya, permintaan terhadap kedelai tetap stabil. “Biasanya yang beli kedelai untuk sari kedelai, peyek hingga sebagai camilan biasa,” terangnya sambil melayani pembeli.

Saat ditanya, lebih dominan mana antara kedelai impor atau lokal yang cenderung dipilih konsumen. Perempuan 48 tahun ini mengatakan, bila kedelai impor yang cenderung diminati pembeli. Alasannya, selain lebih murah, kondisi fisik kedelai impor lebih bersih tanpa campuran pasir seperti kedelai lokal.

Sementara itu, pelaku industri kecil yang menggunakan bahan baku kedelai, seperti pengusaha tempe maupun tah, juga mengakui tidak mengalami perubahan harga untuk membeli bahan baku tersebut. “Belum berubah, saya membeli kemarin masih sama harganya. Rp 780 ribu per kuintalnya. Itu untuk kedelai impor,” jelas Sri Wahyuni pada Jawa Pos Radar Kediri kemarin (9/9). 

Pengusaha keripik tempe ini pun mengakui, bila harga kedelai yang masih stabil terdapat di wilayah Ngawi, tempat saudaranya, yang memproduksi tempe. Sehingga, ia menganggap, wajar bila harga kedelai di Kediri pun demikian.

Dari pasokannya, Sri mengaku, tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kedelai. Senada dengan Sri, Miasih yang juga pelaku industri kecil dalam pembuatan tahu, mengakui, harga kedelai tidak mengalami kenaikan.

“Sejauh ini masih normal harganya. Saya beli kedelai masih impor Rp 720 ribu per kuintalnya. Belum berubah,” tegas perempuan 78 tahun ini.

Miasih merasa, bila kondisi permintaan konsumen terhadap produk tahunya, maupun bahan baku pembuatannya masih stabil dan tidak bergejolak. “Yang naik kan wilayah lain, Kediri belum. Ya harapannya jangan sampai naik lah, karena dapat mempengaruhi produksi juga,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia