Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Events

Pencak Dor Kediri: Di Atas Lawan, di Bawah Kawan

Wali Kota Jadi Wasit Pembuka Ajang Pencak Dor

Senin, 10 Sep 2018 17:00 | editor : Adi Nugroho

pencak dor

LAGA PENDEKAR: Suasana pertandingan Pencak Dor Kediri. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA- Ratusan penggawa serta penikmat seni bela diri pencak dor dari beberapa daerah di sekitar Kota Kediri tumpah ruah di Lapangan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Sabtu malam (8/9). Mereka mengadu ketangguhan di panggung.

Tak hanya adu kemampuan dan skill silat, ajang bagi para pendekar pencak ini sekaligus untuk melestarikan kebudayaan khas Kediri. Suasana arena bergemuruh ketika dua pesilat beradu di panggung. Tepuk tangan dan teriakan belasan ribu penonton memberi semangat jagoannya.

Namun pertarungan itu, menurut Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana, bukan untuk mencari musuh. Sebaliknya justru menjalin persahabatan. Adu tangkas di panggung 8 x 8 meter tersebut merupakan sarana mempraktikkan ilmu bela diri yang diserap dari para pesilat seniornya.

SPORTIF: Wali Kota Kediri saat jadi wasit pembuka ajang Pencak Dor.

SPORTIF: Wali Kota Kediri saat jadi wasit pembuka ajang Pencak Dor. (DIDIN SAPUTRO - JawaPos.com/RadarKediri)

Apip menyampaikan bahwa ribuan masyarakat yang datang dari Kediri Raya itu adalah agen yang menguri-uri budaya warisan leluhur. “Kegiatan ini kental dengan kebudayaan Jawa, sehingga harus kita lestarikan,” ujarnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang turut hadir dalam acara tersebut pun mengapresiasi seluruh panitia dan jawara yang tampil. Dalam sambutannya, Abu mengucapkan, terima kasih pada panitia yang memfasilitasi dan bersama-sama menguri-uri kebudayaan pencak dor tersebut.

“Dalam aksi pencak dor ini kalau di atas adalah lawan, namun bila di bawah adalah kawan,” sahutnya.

Ke depan, Abu berharap, acara tersebut dapat membawa keberkahan untuk Kota Kediri. Orang nomor satu di Kota Kediri ini juga menekankan bahwa yang terpenting adalah menjaga keamanan. Sehingga jika nanti kegiatan serupa diselenggarakan bisa berjalan tertib dan lancar. “Tentunya dengan antusias yang lebih lagi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan pembukaan acara, Abu pun seolah bertindak sebagai wasit di atas panggung. Ada satu hal yang menjadikan arena yang menguji kemampuan diri ini berbeda dengan yang lain. Yakni adanya lantunan salawat yang tiada henti mengiringi gerak langkah para pesilat yang menguji kemampuan dalam tarung bebas itu. Salawat tersebut pastinya juga menambah semangat yang sedang bertarung, namun tidak dengan amarah, tapi dengan teknik yang mereka miliki.

Andik Firmansyah, salah satu penonton dari Kabupaten Nganjuk, pun menyampaikan apresiasinya pada pergelaran yang membutuhkan nyali dan adrenalin tinggi ini. Menurutnya, pencak dor merupakan event yang sangat bagus untuk digelar dan diharapkan bisa menjadi agenda rutin di Kota Kediri.

“Semoga bisa rutin dan sering diadakan.  Ini sangat bagus, antusias masyarakat untuk menonton juga tinggi,” ulasnya.

Ajang Pencak Dor diikuti para pesilat dari berbagai daerah dari luar Kota Kediri. Di antaranya seperti Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Blitar hingga Sidoarjo. Turut hadir dalam acara itu Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Haryadi, Komandan Brigif Mekanis 16 WY/Kediri Slamet Riadi, juga Ketua Pencak Dor Kediri Agus Zainal Abidin (Gus Bidin).

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia