Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Rp 2,6 M untuk Dana Perawatan Monumen SLG

Senin, 10 Sep 2018 16:50 | editor : Adi Nugroho

slg perawatan gumul

MILIARAN: Monumen SLG sedang dalam perawatan. (ANDHIKA ATTAR - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN – Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang merupakan ikon Kabupaten Kediri kian dipercantik. Proses pembenahannya kini tengah berlangsung. Pemkab menganggarkan dana Rp 2,69 miliar untuk merealisasikannya.

“Tahun ini memang direncanakan untuk pembangunan yang sifatnya maintenance (perawatan),” ujar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kediri Krisna Setiawan kepada koran ini kemarin.

Nilai kontrak tersebut meliputi pengerjaan bongkar pasang waterproofing, pengecatan, pemasangan gondola, rehab toilet dan lain-lain. Proyek pengerjaan landmark Kabupaten Kediri ini digarap PT Blitar Putra Patria.

Berdasarkan keterangan Krisna, prinsip perawatan monumen hanyalah renovasi dinding luar. Selain itu, juga untuk memperbaiki kebocoran dak beton lantai atas dan renovasi kamar mandi atau toilet yang ada di monumen SLG.

Monumen SLG ini, lanjut Krisna, memang diproyeksikan menjadi ikon yang dapat dibanggakan masyarakat Kabupaten Kediri. Latar belakang itulah yang mendasari pemkab melakukan perawatan bangunan agar tetap terlihat indah.

Terkait relief yang ada di setiap sisi dinding monumen SLG, santer kabarnya akan ada renovasi pada bentuk dan model ukirannya. Namun, Krisna menyebut, pengerjaan relief belum dilakukan dalam proyek ini. “Relief belum dianggarkan, baru nanti pada tahun 2019,” bebernya.

Hal senada disampaikan Agus Tari, 37, penanggung jawab proyek perawatan monumen SLG, saat ditemui lapangan. “Pengerjaan relief tidak masuk dalam kontrak kita,” ujarnya.

Namun, pria asal Desa Terate, Sugihwaras, Bojonegoro ini sempat mendengar isu akan ada pengerjaan pada bentuk relief ke depannya. “Kabar-kabarnya begitu, tetapi kurang tahu kapan pengerjaannya,” urainya.

Lebih lanjut, berdasarkan kabar yang diperoleh Agus, relief tersebut akan dibuat menjadi lebih menonjol dan timbul lagi. Menurutnya, jika memang benar-benar seperti itu maka pengerjaannya pasti akan melibatkan seniman atau arsitek ahli dalam bidangnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di lapangan, Sabtu (8/9), pekerja sedang mengecat bagian tengah monumen. “Warna catnya tetap seperti yang lama, tidak berubah. Kita hanya melakukan pengecatan ulang,” terangnya.

Proses pengecatan ini telah selesai pada bagian bawah dan atas sebelah luar di setiap sisi monumen. Sedangkan untuk bagian tengah, baru selesai pada sisi yang menghadap jalur ke Kota Kediri.

Pengecatan ini tidak hanya dilakukan pada sisi luar, namun juga pada sisi monumen bagian dalam. “Kita dahulukan yang sisi luarnya, untuk jaga-jaga musim penghujan datang. Kalau bagian dalamnya kan tidak terpengaruh hujan atau tidak,” paparnya.

Agus menambahkan, pekerja lapangan yang tergabung dalam proyek perawatan monumen sekitar 40 orang. Sedangkan pekerja teknis ada enam orang. Karena ada proyek konstruksi ini, Agus meminta, wisatawan yang berkunjung berhati-hati. “Kita harap agar tidak mendekati area sekitar besi penyangga proyek,” pesannya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia