Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Stop! Garap Oprit, Jalan ke Arah Jembatan Brawijaya Ditutup

Senin, 10 Sep 2018 16:46 | editor : Adi Nugroho

jembatan brawijaya kediri - radar kediri

DITUTUP: Pengendara motor melintas di sisi timur Jembatan Brawijaya. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA - Sejumlah ruas jalan di sekitar Jembatan Brawijaya bakal ditutup total. Ini menyusul rencana pengerjaan oprit jembatan sisi timur selama tiga hari. Yakni pada 12 hingga 14 September mendatang.

Selama proses pengerjaannya, rekayasa lalu lintas diberlakukan. Tujuannya, menghindari kemacetan di sekitar titik pengerjaan. Ruas jalan yang bakal ditutup dan dialihkan ke ruas lain adalah Jalan Brawijaya bagian barat. Termasuk kendaraan roda enam tidak boleh masuk kota.

"Untuk kendaraan roda enam lewat Jembatan Bandarngalim," ujar Apip Permana, kepala bagian (kabag) humas Pemkot Kediri.

Kendaraan roda enam yang menuju Surabaya akan diarahkan dan berputar melalui wilayah Kecamatan Mojoroto dan melewati Jembatan Semampir. Sementara untuk roda dua dan empat masih bisa melalui kota (Jl Yos Sudarso). Namun ada sejumlah jalur yang tetap dialihkan untuk kendaraan tersebut. Terutama kendaraan roda empat dan dua yang hendak ke arah Semampir atau Surabaya.

Para pengguna jalan yang akan melewati Jl Yos Sudarso ke arah Semampir, menurut Apip, akan dialihkan masuk ke Jl Monginsidi. Dari situ diteruskan ke Jl Trunojoyo hingga tembus ke Jl Brawijaya (contra flow ke timur) masuk Jl WR Supratman.

“Setelah dari perempatan Pocanan diarahkan ke kiri (contra flow ke barat) masuk Jl Ronggowarsito dan keluar melalui persimpangan gedung GNI,” papar Apip.

Pengaturan ini berbeda dengan rencana awal. Sebelumnya, ada rencana awal akan dilakukan jalur contra flow di Jl Diponegoro. Namun karena beberapa kendala akhirnya dibatalkan. “Hal ini karena ada tugu Adipura di pertigaan Kantor Pos Besar Kediri. Sehingga menyulitkan kendaraan yang akan belok ke kanan. Karena itu kami ganti konsepnya,” tegas Apip.

Sementara itu, apabila dari arah Kota yang hendak menuju ke barat Sungai Brantas atau Mojoroto akan dilewatkan Jl Yos Sudarso melalui Jembatan Lama hingga menuju Jl KDP Slamet (Pasar Bandar). Jembatan Lama ini sementara akan diberlakukan jalur satu arah, hanya ke barat saja.

“Lain halnya apabila dari Mojoroto (barat sungai ke timur) yang melalui Jembatan Lama, akan ditutup total,” jelasnya. Kendaraan dari barat sungai (Mojoroto) yang ingin ke arah kota disarankan untuk melalui Jembatan Bandarngalim dan Jembatan Semampir.

Penyelesaian proyek tahap II jembatan yang memakan dana Rp 11 miliar ini hanya kurang 15 persen. Pengerjaannya pun terus dikebut menyusul target penyelesaiannya pada Desember mendatang.

“Untuk pengerjaan oprit sisi timur jembatan akan dilakukan pada tanggal 12, 13 dan 14 September,” tambah Apip saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Dia menjelaskan bahwa oprit adalah kegiatan menguruk jalan dengan tanah yang kemudian dipadatkan. Titik oprit mulai di sekitar pertigaan bertemunya ujung jalan dari Jl Brawijaya, Jl Yos Sudarso, dan Jl Mayjen Sungkono sampai dengan bibir timur jembatan. Di sisi lain, pengerjaan oprit bagian barat sudah rampung dikerjakan pada pekan lalu.

 “Selama proses pengerjaan oprit yang akan menutup jalan selama tiga hari ini  pengguna jalan dan masyarakat luas untuk memaklumi,” harap Apip.

Selain itu, sambungnya, juga sedang dikerjakan trotoar untuk akses pejalan kaki di sekitar jembatan. Pengerjaan pembesian lantai jembatan pun dikebut. Itu disertai pembuatan gerbang yang nanti sebagai penyambut pengendara yang akan melewati jembatan prestisius Kota Kediri tersebut.

Untuk diketahui, penyelesaian pembangunan Jembatan Brawijaya ini tidak bisa lepas dari teken kontrak dengan PT Fajar Parahyangan (FP). Teken kontrak itu telah dilakukan 5 Juli lalu. Dari teken kontrak tersebut, kontraktor bisa langsung merealisasi isi kontrak. Termasuk mematuhi peraturan pembangunannya. Di antaranya target penyelesaian proyek pada akhir 2018 ini.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia