Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Slamet Dikubur di Pemakaman Madinah

Senin, 10 Sep 2018 15:43 | editor : Adi Nugroho

SEMASA HIDUP: Slamet Amali, jamaah haji asal Muneng, Purwoasri.

SEMASA HIDUP: Slamet Amali, jamaah haji asal Muneng, Purwoasri.

KEDIRI KABUPATEN - Jasad Slamet Amali, 70, jamaah haji asal Muneng, Purwoasri, yang meninggal di Madinah langsung dimakamkan di pemakaman dekat Masjid Nabawi. Pemakaman itu berlangsung sekitar pukul 18.30 waktu Arab Saudi (WAS).

“Keluarga sudah sepakat (dimakamkan di Arab Saudi)," ujar Sri Mulyani, istri Slamet, saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di rumah duka, di Dusun Munengkulon, kemarin.

Slamet Amali berpulang saat berada di Hotel Elaff Al Majedi, tempat jamaah haji Kloter 55 SUB menginap. Berdasarkan pemeriksaan medis, penyebab kematiannya adalah sesak napas. Slamet meninggap pada Jumat (7/9) sekitar pukul 7.19 WAS.

Jamaah asal kloter 55 SUB ini sempat dirawat oleh tim kesehatan karena mengeluh batuk dan sesak nafas. Sebelumnya, yang bersangkutan sempat diinfus selama dua hari karena sulit makan.

Menurut penuturan Ninik, suaminya cenderung susah makan. Sehari-hari bila tidak disiapkan Ninik, ia tidak akan makan. Slamet baru akan makan apabila disiapkan oleh sang istri tercinta.

Kepergian Slamet menyisakan duka tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkannya. Meskipun begitu, semua keluarga dan kerabatnya mengaku sudah ikhlas dan merelakan kepergian Slamet.

Keluarga mengaku mendapatkan kabar kepergian Slamet dari salah seorang jamaah haji kenalan mereka. Setelah mendapat kabar tersebut, keluarga pun langsung membahas dan mengurus pemakamannya.

Seluruh keluarga pun setuju dan sepakat Slamet dimakamkan di Arab Saudi. Keluarga hanya berpesan untuk menyalatkan Slamet di masjid Nabawi dan dimakamkan di pemakaman sekitar masjid Nabawi. Keluarga mengaku Slamet dimakamkan di sana karena kalau dibawa pulang ke tanah air lebih susah prosesnya.

Keinginan keluarga pun diamini, Slamet disalatkan di Masjid Nabawi menjelang Maghrib. Slamet kemudian dimakamkan di pemakaman sekitar masjid Nabawi. Banyak jamaah haji lainnya yang ikut mensalatkan dan memakamkan Slamet.

Slamet meninggalkan seorang istri, dua orang anak dan empat orang cucu. Sebelum berangkat ke tanah suci, Slamet sempat berbincang dengan salah cucunya bahwa meninggal di Arab Saudi adalah sebuah berkah.

Kemarin, di rumah duka, para pelayat pun tak henti berkunjung. Kerabat, tetangga dan teman-teman yang mengenalnya pun turut berbelasungkawa dan mendoakan yang terbaik untuk almarhum Slamet dan keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, kondisi jamaah haji Kota Kediri saat melaksanakan arbain di Masjid Nabawi dari sisi kesehatan secara keseluruhan cukup baik. Hanya satu dari total keseluruhan jamaah haji kloter 53 yang sempat dirawat di RS King Abdul Aziz karena mengalami kelelahan.

Hal ini dibenarkan oleh dr Moh. Fajri, ketua Tim Kedokteran Kloter 53 Kota Kediri. “Sebagian besar sehat, untuk yang batuk dan pilek sedang dalam proses penyembuhan. Dan ada satu jamaah yang sempat dirawat,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Jamaah yang dirawat tersebut merupakan jamaah yang sedang mengalami kelelahan dan dalam kondisi daya tahan tubuh yang menurun. Diakui Fajri bila salah satu jamaah tersebut masuk RS King Abdul Aziz pada Senin (3/9) untuk mendapatkan pelayanan medis hingga Selasa malam (4/9).

Menurut Fajri, jamaah haji Kota Kediri tidak ada yang pulang awal. Mereka masih sesuai jadwal akan kembali ke Tanah Air (15/9). Saat ini jamaah haji sedang melakukan arbain  di Masjid Nabawi. Atau salat selama 40 waktu secara berturt-turut tanpa terputus secara berjamaah.

Disela-sela pelaksanaan arbain jamaah juga melakukan city tour. Termasuk mengunjungi Pasar Kurma dan ziarah ke makam Baqi, berkunjung ke Masjid Ali bin Abi Thalib, hingga Masjid Umar bin Khattab.

Ashari, ketua kloter 53, mengatakan bila kondisi jamaah di Madinah kemarin (8/9) sehat secara keseluruhan.  “Cuaca lebih panas di Makkah, kondisi jamaah rata-rata lebih sehat,” ujarnya.

Ashari mengakui bila jamaah haji Kota Kediri yang sebanyak 341 jamaah memiliki semangat yang luar biasa untuk menyelesaikan ibadah arbain. Semangat tersebut didukung dengan letak hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi. ”Kurang lebih jaraknya sekitar 200-an meter,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia