Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Events

Keris yang Unik Bikin Milenial Tertarik

Senin, 10 Sep 2018 15:36 | editor : Adi Nugroho

keris

MEMIKAT: Dua pengunjung menyaksikan jajaran keris yang dipamerkan di Titik Nol. (RAMONA VALENTIN - JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA - Ratusan bilah keris yang dipamerkan dalam acara yang bertajuk ‘Gugat Keris Jenggala’ mulai menarik rasa penasaran generasi milenial. Arena pameran yang berada satu rangkaian dengan Pameran UMKM Kota Kediri itu mulai didatangi remaja belasan tahun. Mereka melihat-lihat aneka ragam keris yang dipamerkan.

“Keris itu menarik. Bentuknya yang unik dan bagus  serta memiliki nilai budaya di dalamnya,” aku Doni Santoso, remaja yang mengaku siswa SMAN 1 Kediri di lokasi pameran.

Doni mengatakan, dengan mengunjungi kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri itu membuatnya mampu menambah wawasan. Baik dalam bidang seni maupun budaya asli tanah air.

Remaja 16 tahun ini menegaskan bila tidak semua ilmu dapat diperoleh melalui pendidikan formal seperti di sekolah. Oleh sebab itu Doni bersama rekannya mencoba mengunjungi pameran yang merupakan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-1139 Kota Kediri ini. Sekaligus untuk memecahkan rasa penasarannya terhadap salah satu senjata tradisional yang sering dianggap memiliki nilai magis di masyarakat.

Hal serupa diungkapkan Nowangga Aprilio, rekan satu sekolah Doni yang kemarin juga ikut melihat-lihat jajaran keris yang dipamerkan. “Yang utama bentuknya. Keris beraneka ragam. Dan pasti ada filosofinya,” ujar Angga sambil mengambil dan melihat salah satu keris yang dipamerkan.

Anak 16 tahun ini mengakui bila mampu mempelajari adat dan budaya merupakan suatu kehormatan bagi kalangan pemuda. Pasalnya, saat ini tidak semua pemuda berkeinginan demikian di tengah zaman yang dikelilingi dengan teknologi.

Kegiatan pameran yang dilaksanakan hingga hari ini (9/9) itu salah satu tujuannya adalah mengedukasi para pelajar. “Sebab keris sendiri merupakan salah satu senjata yang diakui oleh UNESCO sebagai karya dari warisan kemanusiaan lisan dan tidak berwujud,” ujar Imam Mubarok, ketua Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri.

Sementara itu, salah satu kolektor sekaligus pembuat keris, Joseph Langgeng mengungkapkan makna tosan aji. Tosan berarti besi. Sedangkan aji yang berarti dimuliakan. “Keris merupakan salah satu dari budaya yang kita memiliki. Mengenali budaya sama dengan memperkaya pikiran,” paparnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri.

Laki-laki asal Surabaya ini pun mengaku senang bila ada kesempatan pameran seperti yang diadakan Pemkot Kediri saat ini. baginya dengan diadakannya pameran ini mampu menambah wawasan baik bagi pemuda maupun kalangan lainnya untuk mengerti budaya, sejarah, hingga seni.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia