Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bapak Perkosa Anak Tiri yang Masih SD

Sabtu, 08 Sep 2018 17:45 | editor : Adi Nugroho

perkosa anak tiri

BEJAT: Polisi mengawal pelaku pemerkosaan terhadap anak tiri yang akan kembali ke ruang PPA Polres Kediri. (HABIBAH ANISA – JawaPos.com/RadarKediri - Grafis: AFRIZAL)

KEDIRI KABUPATEN – Perbuatan Budiono, 32, warga Kecamatan Kras ini sungguh-sungguh tercela. Bukannya mengasuh dan mendidik Bunga (bukan nama sebenarnya), 11, anak tirinya, dia justru mencabuli bocah yang masih duduk di bangku SD itu. Mirisnya, tindakan tak bermoral itu sudah dilakukan berkali-kali. Setidaknya sudah lima kali sejak 2017 silam.

          “Modusnya, pada saat malam hari ketika istrinya telah tertidur dan korban juga tertidur, pelaku ini mencoba mendatangi kamar korban yang berada di sebelah kamar pelaku,” terang Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

          Kasus ini terbongkar setelah ibu kandung Bunga, melaporkan kebejatan suaminya itu ke Polsek Kras. Itu setelah dia mendengar sendiri pengakuan putrinya. Begitu mendapat laporan seperti itu polisi segera menahan Budiono di Polres Kediri.

          Kasus asusila ini terjadi mulai 2017. Namun, Budiono mengaku lupa kapan tepatnya dia melakukan tindakan bejat itu. Budiono hanya mengaku bila dia telah melakukan tindakan tak berperikemanusiaan itu sebanyak lima kali.

          “Saya lakukan hal tersebut untuk memusakan nafsu,” akunya di hadapan awak media saat rilis kasus oleh Polres Kediri kemarin.

          Budiono sehari-hari bekerja sebagai sales. Dia mulai tinggal serumah dengan Bunga setelah menikah dengan ibu Bunga pada 2016. Ironisnya, bukannya mendapat perlindungan dari kehadiran ayah baru, malapetaka justru menimpa siswa kelas IV SD ini.

Pada suatu hari di Januari 2017, sekitar pukul 22.00 WIB, Bunga menjadi korban tindak asusila ayah tirinya. Malam itu, kala dia sedang tertidur di kamarnya, Budiono mendatangi. Pria itu lalu mengatakan akan ngeloni (memeluk sembari tidur). Bunga yang saat itu hendak berteriak diancam oleh Budiono. Setelah memuaskan nafsu binatangnya, Budiono masih mengancam anak tirinya itu agar tidak melaporkan peristiwa itu ke siapapun.

          Setelah beberapa kali menerima perlakuan tidak senonoh seperti itu, Bunga tidak tahan juga. Gadis kecil ini akhirnya berani melaporkan hal tersebut kepada ibunya.

Betapa terperanjatnya sang ibu mendengar cerita anaknya. Dengan hati tercabik-cabik dia bergegas ke Polsek Kras. Melaporkan suaminya yang benar-benar bertindak bejat terhadap buah hatinya.

Tak menunggu lama, polisi segera mendatangi rumah pelaku. Kemudian menangkapnya. Dari hasil pemeriksaan diketahui motif tersebut karena ingin memenuhi kebutuhan biologisnya. Hanya saja, aktivitas seksual tersebut menyimpang lantaran melibatkan anak di bawah umur.

Akibat perbuatanya, tersangka telah melanggar Pasal 81 ayat 1 Jo pasal 81 ayat 2 Subs Pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76E UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Tersangka diancam hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Dengan denda paling banyak Rp 5 miliar,” kata Hanif. Kini tersangka dan barang bukti berupa, Pakaian telah diamankan di Polres Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia