Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Wah! Lembaga Penjamin Simpanan Tak Menjamin Semua Simpanan

Sabtu, 08 Sep 2018 17:28 | editor : Adi Nugroho

Wah! Lembaga Penjamin Simpanan Tak Menjamin Semua Simpanan

KEDIRI- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku prihatin dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang perbankan. Khususnya terkait pinjaman yang bisa dijamin lembaga tersebut.

“Tidak semua simpanan dijamin oleh LPS. Sekalipun simpanan tersebut juga berada di bank,” terang Dimas Yuliarto, direktur Grup Perumusan Kebijakan LPS pada Jawa Pos Radar Kediri (5/9).

Laki-laki asal Surabaya ini mengakui bila yang mendapatkan jaminan di antaranya adalah tabungan, deposito, dan giro. Sementara, untuk produk reksadana dan sebagainya tidak mendapatkan jaminan oleh LPS. Hal inilah yang sering terjadi kesalahpahaman.

Selain itu,  agar pinjaman mendapatkan jaminan simpanan di bank juga harus memenuhi persyaratan. Di antaranya adalah nilai simpanan yang dijamin maksimal Rp 2 miliar per bank dan per nasabah.  Apabila nasabah tersebut memiliki rekening lebih dari satu di bank, maka harus dijumlahkan terlebih dahulu. Dan tetap dengan batas maksimal Rp 2 miliar. Catatan lagi, nasabah tak boleh melakukan hal yang merugikan pihak bank, seperti kredit macet.

Kurangnya pemahaman masyarakat juga terjadi di Kediri. Termasuk kurang memahami peran dan tugas LPS hingga syarat yang harus dipenuhi agar simpanannya di bank mendapatkan jaminan.

Sebagian masyarakat merasa sudah dijamin oleh LPS tanpa mengetahui syarat dan aturannya. Hal ini disebabkan karena mereka sudah merasa terjamin begitu melihat stiker LPS tertempel di bank. Tanpa mengetahui sampai batasan mana simpanan nasabah mendapatkan jaminan.

Dimas mengatakan, LPS berharap agar pihak bank tidak henti-hentinya mengedukasi nasabahnya terkait jaminan atas simpanan. Termasuk mensosilisasikan syarat dan aturan yang telah ditetapkan. Baginya, pelibatan teller dalam acara sosialisasi karena merekalah yang berhadapan langsung dengan nasabah. Dan berpeluang lebih untuk mengedukasi terhadap peran LPS. Masih menurut Dimas, untuk bank yang dijamin LPS adalah bank konvensional, bank syariah, hingga BPR baik negeri maupun swasta. Hal itu bisa dilihat dengan tanda kepesertaannnya pada siker yang ditempel di setiap kantor cabang bank.

Hal serupa juga disampaikan Slamet Wibowo, kepala Otoritas Jasa Keuangan  (OJK)  Kediri. “Secara umum masyarakat sudah tahu dari stiker LPS yang tertempel di bank-bank,” ujarnya.

Ia menerangkan bila yang harus diketahui nasabah adalah suku bunga penjamin simpanan. Yaitu untuk bank umum sebesar 6,25 persen untuk rupiah, dan 1,5 persen untuk valas. Serta BPR 8,75 persen. Dalam artian bila simpanan di bank melebihi dari suku bunga penjaminan, maka bila terjadi sesuatu dengan bank, simpanan tidak diganti oleh LPS.

Sampai saat ini LPS sudah melikuidasi atau membubarkan sebanyak 89 bank yang terdiri dari 88 bank perkreditan rakyat (BPR) dan 1 bank umum (BU) per 30 Juni 2018. Hal itu karena kejahatan orang dalam serta bisnis yang menurun.

 

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia