Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Features
Nur Fadhilah

Uji Coba Masakan, Panci Presto sampai Meleduk

Jumat, 07 Sep 2018 18:57 | editor : Adi Nugroho

nur puyuh hai

SUKA MASAK: Nur Fadhilah bersama putri dan suaminya. (Nur Fadhilah for JawaPos.com/RadarKediir)

“Awalnya cuma nyicip burung puyuh yang dibawa teman suami. Sekarang malah jadi usaha,” ujar Nur Fadhilah. Ya, pemilik usaha Puyuh Hai di Rembang, Kecamatan Ngadiluwih ini.

Menurutnya awal mula usahanya ini memang kebetulan. Saat itu, teman sang suami membawakan beberapa daging burung puyuh yang sudah dimasak. Saat ia icipi, ternyata enak.

Berawal dari sanalah, ia tercetus ide untuk membuat usaha. Tapi karena belum pernah memasak burung puyuh, ia akhirnya mencoba memasaknya dengan rempah khas Lamongan yang ia kuasai. “Ternyata enak,” ujar wanita 27 tahun yang akrab disapa Dhila ini.

Tapi masakan pertamanya itu ada kekurangan. Salah satunya soal daging yang kurang empuk. Ia lantas punya ide untuk memasaknya dengan menggunakan panci presto.

Namanya coba-coba, ada saja yang terjadi. Meminjam presto milik mertuanya, ia merasa masakannya kurang air. “Mau dibuka dan diisi air, kok berat. Saya lalu minta bantuan suami,” ujarnya.

Yang keduanya tidak tahu, panci presto tak bisa dibuka saat di atas kompor. Hasilnya? Tentu saja. Panci itu meleduk. Tutup panci terlempar ke atas. Meski tidak parah, tangan sang suami sampai terluka. “Ya namanya coba-coba,” kenang Dhila sembari tersenyum

Namun berkat uji coba itu, kini puyuh goreng buatannya pun jadi punya komposisi yang pas. Mulai dari bumbu di dalamnya, hingga keempukan dagingnya. 
Sempat kuliah di jurusan Teknik Informatika di Universitas Trunojoyo Madura, apa yang ia pelajari saat kuliah memang tak ada hubungannya dengan masak-memasak. Tapi saat kuliah itu, tinggal di kos membuatnya makin mandiri. Memasak pun jadi kegiatannya sehari-hari. Karena memang suka, ia pun sempat membuat usaha kue pia dan brownies. Semua ia buat dan jual sendiri. “Waktu belum kuliah, di rumah malah nggak boleh masak. Padahal orang tua punya usaha lontong balap. Saat kos, semua jadi tersalurkan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia