Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Show Case

Dengan BPJS Kesehatan: Kerja Bersama, Sehat Bersama

Jumat, 07 Sep 2018 17:57 | editor : Adi Nugroho

BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan

Dengan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), karyawan tenang bekerja dan keluarga terlindungi. Tak perlu lagi memikirkan biaya kesehatan yang mahal. Sehingga kerja pun lebih fokus, produktivitas, serta laju usaha terjaga.

Lalu, mengapa haru menjadi peserta JKN-KIS? Keunggulannya sangat banyak. Di antaranya adalah Protection. Maksudnya, dengan menjadi peseta JKN-KIS, sekeluarga akan terlindungi kalau sakit. Terutama sakit yang akan menyedot banyak biaya.

Kemudian Sharing. Apa itu? Dengan bergabung menjadi peserta, Anda yang sehat bisa membantu yang orang sakit yang membutuhkan. Selain itu, ada Compliance. Yakni, sesuai dengan menjadi peserta JKN-KIS, Anda telah menjalankan kewajiban sesuai Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004.

Yuk, daftarkan diri Anda, karyawan dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS. Kita atasi masalah kesehatan bersama-sama. Dengan gotong-royong, semua tertolong.

Untuk diketahui, Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis*.

KIS diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta jaminan kesehatan termasuk penerima bantuan iuran (PBI).

Kepesertaan KIS ada 2 kelompok. Yaitu, yang pertama adalah kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri, ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya. Lalu yang kedua adalah kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah


Kini dengan BPJS Kesehatan Care Center 1500400, Aplikasi Mobile JKN dan Mobile Customer Service, Layanan JKN-KIS Semakin Praktis.

*) Kartu lainnya: Kartu Askes, KJS, Kartu JKN BPJS Kesehatan, masih tetap berlaku sesuai ketentuan sepanjang belum diganti dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia