Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Kolom

Jadi Pijakan Temukan Aktor Intelektual

Kamis, 06 Sep 2018 17:13 | editor : Adi Nugroho

Oleh : Nurbaedah

Oleh : Nurbaedah

Dalam perkembangannya kini, justice collaborator  (JC) mendapat perhatian serius. Karena sebagai peran kunci mereka dalam ‘membuka’ tabir gelap tindak pidana tertentu yang sulit diungkap oleh penegak hukum.  Justice collaborator dapat diartikan sebagai seorang saksi yang juga menjadi pelaku. Namun mau bekerja sama dengan penegak hukum dalam rangka membongkar suatu perkara bahkan aset hasil kejahatan korupsi apabila aset itu ada pada dirinya.

Seperti dalam kasus korupsi proyek Jembatan Brawijaya di Kota Kediri ini misalnya. Di mana salah satu terpidana Wijanto telah dijadikan sebagai JC untuk memberi keterangan kepada penyidik terkait kasus yang membelitnya selama ini.

Memang hal tersebut merupakan hak Wijanto untuk mengajukan dirinya sebagai JC. Sehingga ini akan memudahkan penyidik dalam menindak lanjuti agar perkara tindak pidana korupsi menjadi terang-benderang.

Tentunya semua itu untuk menemukan aktor intelektualnya. Setidaknya agar penegakan supremasi hukum benar-benar sesuai dengan tujuan. Baik untuk tercapainya  legal justice, social justice, maupun moral justice.

Tujuan menjadi JC antara lain agar ada keadilan dalam penegakan hukum. Juga dengan harapan menjadikan hal-hal yang bisa meringankan bagi JC jika yang bersangkutan masih dalam proses hukum maupun masih dalam upaya hukum.

Harapan saya, di sini Wijanto sebagai JC tentunya bisa menemukan aktor intelektual dalam kasus ini. Dan kembali pada proses hukum dalam perkara ini. Harapan lain adalah juga ada kesungguhan dari penegak hukum dalam penegakan supremasi hukum yang berjalan.

Dalam mengungkap kasus ini semua pihak harus optimistis. Harus yakin dapat menemukan aktor utamanya. Tentunya harus dengan adanya semangat untuk keberhasilan itu.

Pengungkapan kasus tersebut akan berhasil jika sudah ada keterangan JC yang didukung alat bukti yang sah untuk aktor intelektualnya. Semua ini tergantung kesungguhan aparat penegak hukum. Saya kira kesungguhan dari mereka telah ada dengan harapan berhasil dengan baik. (Pakar Hukum dan Dosen Pascasarjana Uniska /Disarikan dari wawancara tertulis)

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia