Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Kebut Paket Double Track Kertosono

Baru 70 Persen, Targetkan Tuntas Akhir Tahun

Kamis, 06 Sep 2018 11:08 | editor : Adi Nugroho

BELUM TUNTAS: Pemasangan jembatan proyek double track di Kertosono hingga awal September ini masih belum tuntas. Kemenhub menargetkan pengerjaan selesai semua akhir tahun ini.

BELUM TUNTAS: Pemasangan jembatan proyek double track di Kertosono hingga awal September ini masih belum tuntas. Kemenhub menargetkan pengerjaan selesai semua akhir tahun ini. (ANWAR BAHAR BASALAMAH - RadarKediri.id)

NGANJUK – Progres proyek double track (jalur ganda) kereta api (KA) Jombang-Madiun untuk paket 5 di wilayah Kertosono belum mencapai 80 persen hingga awal September ini. Karena itu, rekanan harus mengebut pekerjaan sebelum kontrak berakhir pada akhir tahun ini.

Pengawas Teknik Proyek Double Track Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sudarto mengatakan, progres paket lima di Kertosono masih 70 persen. Ada beberapa pekerjaan yang belum tuntas. “Paling kecil dibanding paket yang lain,” ujarnya.

Selain faktor awal pengerjaan yang terlambat, Sudarto mengungkapkan, rekanan harus membangun jembatan rel KA yang menyebarangi Sungai Brantas. Pekerjaan itulah yang membutuhkan waktu tidak sebentar. “Ada salah satu jembatan yang melintasi Sungai Brantas,” ungkap pria yang tinggal di Jl HOS Cokroaminoto, Nganjuk ini.

Tidak hanya jembatan di atas sungai, rekanan juga harus menyelesaikan jembatan yang melintasi Jl A Yani. Sudarto mengungkapkan, progres pembangunan jembatan yang melewati jalan utama di Kertosono itu masih dalam tahap pemasangan paku bumi.

Pantauan koran ini, Senin pagi lalu (3/9), pengerjaan jembatan di Jl A Yani, membuat arus lalu-lintas di Kecamatan Kertosono macet. Sebab, jalur tersebut merupakan jalan utama masuk ke kota. Karenanya, kendaraan dari arah utara dan selatan, harus bergantian melintasinya.

Dengan progres yang masih 70 persen, Sudarto mengatakan, sebelum tutup tahun 2018, pekerjaan harus dikebut untuk paket 5. Bila di akhir tahun belum tuntas, pekerjaan bisa digarap sampai awal tahun. “Tapi kami harus tuntaskan akhir tahun ini juga,” tandasnya.

Sementara itu, jika paket Kertosono relatif lambat,  untuk paket lain rata-rata progresnya mencapai 90 persen. Di Kabupaten Nganjuk, salah satu yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) adalah pembangunan jembatan dan pemasangan wesel (konstruksi rel bercabang) di lima stasiun. Yakni, Stasiun Kertosono, Baron, Sukomoro, Nganjuk dan Bagor.

Adapun penyambungan rel di perlintasan dikerjakan mulai tadi malam. Khususnya perlintasan di jalan kabupaten. Yakni Jl Mastrip dan Jl Supriyadi. “Nanti malam (tadi malam, Red) untuk jalan Matrip dulu,” ucap Sudarto. 

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia