Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Events

Pecah Rekor Gemufamire di SLG

Rabu, 05 Sep 2018 15:58 | editor : Adi Nugroho

slg gamufamire

TITIK MANUSIA: Ribuan peserta senam gemufamire beraksi di Bundaran Simpang Lima Gumul. (M ARIF HANAFI - JawaPos.com/RadarKediri)

 KEDIRI KABUPATEN - Tak ada lalu-lalang kendaraan bermotor di Bundaran Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin pagi. Hampir dua jam, mulai pukul 07.00 WIB, area yang biasa padat dengan arus lalu lintas itu berganti dengan padatnya barisan manusia. Mereka adalah peserta senam gemufamire masal untuk memecahkan rekor MURI. Sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-73 TNI.

“Total peserta (senam gemufamire) di seluruh Indonesia mencapai 300 ribu peserta,” terang Komandan Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya Kolonel (Arm) Budi Suwanto, usai pelaksanaan senam masal itu.

Khusus yang bersenam di Bundaran SLG, mereka berasal dari seluruh elemen masyarakat. Tak hanya dari TNI dan Polri saja. Juga anggota Persatuan Istri Tentara (Persit), Bhayangkari, serta masyarakat umum. Terlihat pula Bupati Kediri Haryanti, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dan Komandan Kodim 0809 Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno.

Pecah Rekor Gemufamire di SLG

AKRAB: Dandim Dwi Agung menalikan pita ikat kepala Bupati Haryanti. (LUKE SEPTUFURI For JawaPos.com/RadarKediri)

          Menurut Kolonel Budi Suwanto, di Jawa Timur senam gemufamire ini melibatkan 23 ribu orang. Selain Kediri, yang juga menggelar atraksi senam ini adalah Malang, Surabaya, dan Madiun. Kota-kota tersebut ikut meramaikan gelaran pemecahan rekor ini.

          Lebih lanjut, acara ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri antara TNI dengan masyarakat. Serta menjalin solidaritas antar sektor. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kebersamaan dan soliditas antarlini.

“Intinya kita dapat membangun semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat kita yang penuh keberagaman ini,” tutur Budi.

Budi berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi awal yang bagus bagi bangsa. Yaitu  untuk lebih merekatkan kebhinekaan di Indonesia. Muaranya adalah guna mencapai Indonesia yang lebih baik lagi.

Terkait pemilihan kawasan SLG sebagai tempat penyelenggaraan tari karena beberapa alasan. Di antaranya adalah lokasinya yang luas dan strategis. Ditambah lagi dengan pesona dan keindahan monumen SLG. Hal tersebut menjadi nilai plus pemilihan lokasi ini.

“Untuk peserta yang banyak ini kawasan SLG dinilai sebagai tempat yang paling cocok,” imbuh Kapenrem 082 Mayor (Caj) Chandra Yuniarti.

Berdasarkan keterangannya, acara ini sukses berkat dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Tidak terkecuali masyarakat yang telah turut serta meramaikan gelaran ini.

Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menguatkan kebersamaan dalam bermasyarakat pada umumnya. “Serta untuk kepentingan dan keberagaman bangsa,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia