Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Bulog Jualan Beras di Pasar-Pasar, Ada Apa?

Rabu, 05 Sep 2018 15:39 | editor : Adi Nugroho

bulog

TIMBANG BERAS:Pedagang di salah satu toko beras Desa Sambirejo, Gampeng, melayani pembeli. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI - Deflasi di Agustus bukan berarti tak ada ancaman pada kenaikan harga-harga barang. Bahkan, Bulog Subdivre Kediri bahkan mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan harga beras. Hal itu untuk menyikapi mulai terkereknya harga-harga komoditas di level nasional. Salah satunya harga beras.

Kepala Bulog Subdivre Kediri Defrizal menegaskan bila langkah ini merupakan upaya untuk mengantisipasi kenaikan harga beras. Dalam skala nasional komoditas yang jadi makanan utama masyarakat Indonesia itu mulai mengalami kenaikan harga.

“Kami antisipasi mulai hari ini (4/9) dengan menjual beras di mobil ­pikap yang nantinya akan ngepos di tiga pasar  setiap Senin hingga Sabtu,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Tiga pasar  tersebut meliputi Pasar Setonobetek, Bandar, dan Pahing. Selain itu ada stan khusus yang berada di depan kantor Bulog Subdivre Kediri, di Jalan Ir Sutami 8 Kota Kediri. Khusus stan di depan Bulog itu buka setiap hari.

Menurutnya, kegiatan seperti itu belum dipastikan akan berakhir sampai kapan. Bulog akan melihat perkembangan yang terjadi. Khususnya terkait gejolak harga pada komoditas ini.

Untuk masing-masing mobil pikab membawa 2 ribu kilogram beras, 50 kilogram gula pasir, 24 liter minyak goreng, dan 20 kilogram tepung. Untuk beras medium kemasan 5 kilogram berharga Rp 43.500 dan beras curah seharga Rp 8.300 per kilogramnya.

Kegiatan tersebut tidak lepas dari  mencegah kenaikan harga beras di kemudian hari untuk wilayah subdivre Kediri yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Sebab, selama ini beras memiliki andil cukup besar dalam laju inflasi Kota Kediri. Khusus Agustus,  andil beras sebagai penyumbang laju inflasi sebesar 0,014 persen. Atau menduduki posisi lima besar komoditi penyumbang inflasi Kota Kediri.

Namun demikian, menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Keidiri Yetty Sisworini,  harga beras di Kota Kediri masih stabil. “Wajar bila terjadi kenaikan harga yang tidak signifikan. Bisa kami antisipasi bersama-sama,” ujarnya saat berada di Kantor Bulog Subdivre Kediri kemarin.

Yetty menegaskan, pemkot mendukung adanya penetrasi pasar. Karena itu bisa menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras.

Sementara, hasil survei di pasar tradisional Setonobetek hari ini, harga komoditi beras berkisar Rp 9.500 hingga Rp 12 ribu per kilogram. Itu bergantung pada masing-masing jenis dan merek.

Sementara itu, Jujuk, salah seorang pedagang beras di Pasar Setonobetek membenarkan bila harga beras belum mengalami kenaikan yang signifikan. “Mungkin nanti kalau naik sekitar Rp 100 sampai Rp 200 per kilogramnya,” ujarnya. Jujuk tak tahu apakah kenaikan itu karena musim panen sudah habis.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia