Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik
Status Puluhan Bangunan Cagar Budaya

Rencana Pinjam Pemprov Jawa Timur

Belum Miliki Tim Ahli Cagar Budaya

28 Agustus 2018, 16: 17: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

KOSONG: Bekas rumah dinas Kapten Tionghoa di Jalan PB Sudirman yang terkunci pagarnya, kemarin (27/8).

KOSONG: Bekas rumah dinas Kapten Tionghoa di Jalan PB Sudirman yang terkunci pagarnya, kemarin (27/8). (M. DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Share this          

KEDIRI KOTA - Status puluhan bangunan cagar budaya di Kota Kediri hingga saat ini banyak yang masih belum mendapat kepastian. Meskipun sebagian besar sudah terdaftar di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman,  secara resmi statusnya masih tidak jelas.

Penetapan status cagar budaya memang harus melalui banyak tahapan. Salah satunya adalah dengan melakukan kajian. Kajian itu harus melibatkan tim ahli. Yang akan menilai layak atau tidak objek ditetapkan sebagai cagar budaya.

Hal ini seperti apa yang disampaikan Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Endah Setyowati. Ia menyampaikan bahwa untuk mengajukan suatu bangunan sebagai cagar budaya itu membutuhkan waktu yang lama. Karena semua ini harus butuh kajian dari tim ahli cagar budaya. Pembentukannya pun tak bisa sembarangan.

“Proses penetapan cagar budaya harus ada kajian dari tim ahli,” sahutnya.

Dari keterangan Endah, selama ini tim ahli cagar budaya (TACB) di Kota Kediri ini belum dibentuk. Padahal hal ini sudah menjadi kewajiban bahwa suatu daerah harus memiliki TACB ini. Namun pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menilai bahwa tim tersebut belum terlalu dibutuhkan untuk saat ini.

Karena itu, dalam waktu dekat Pemkot Kediri berencana meminjam tim ahli dari Pemprov Jatim. Tujuannya untuk merealisasikan keinginan itu. Peminjaman tim ahli dianggap lebih efektif daripada membentuk tim ahli sendiri. Hal ini lantaran cagar budaya yang ada di Kota Kediri tidak sebanyak seperti yang ada di Kabupaten Kediri.

Selain itu, selama ini menetapkan bangunan jadi cagar budaya juga sulit. Sebab, sebagian bangunan yang diduga cagar budaya merupakan property milik pribadi. Sehingga untuk menetapkan dan melakukan kajian pada bangunan tersebut tidak bisa sembarangan. Perlu beberapa mekanisme juga, karena untuk bangunan di atas 50 tahun belum tentu bisa dikategorikan sebagai cagar budaya.

“Perlu adanya kajian terkait nilai sejarah, nilai budaya, keaslian, dan juga bahan bangunan yang digunakan,” tukasnya.

Untuk diketahui, sejumlah bangunan bersejarah di Kota Kediri yang sangat berpotensi menjadi cagar budaya cukup banyak. Di antaranya adalah bangunan pribadi di kawasan pecinan. Tak hanya itu, peninggalan sisa-sisa rumah dinas orang penting yang ada di Kota Kediri beberapa juga milik perseorangan.

Di antaranya adalah bekas rumah Kapten Tionghoa yang ada di Jalan PB Sudirman dan juga bekas rumah dinas Letnan Tionghoa yang terletak di Jl Brawijaya. Dua bangunan tersebut kondisinya masih cukup terawatt. Namun dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, keduanya sudah tidak berpenghuni. Dalam keadaan kosong. Bahkan untuk rumah Kapten Tionghoa halamannya sering dimanfaatkan untuk tempat parkir saat hari-hari tertentu.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia