Jumat, 15 Nov 2019
radarkediri
icon featured
Features

SMK PGRI 2 Kota Kediri Jalin Kerja Sama dengan IC Tech Co. Ltd Jepang

Persiapkan Siswa dengan Bikin Kelas Jepang

27 Agustus 2018, 12: 32: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

SMK PGRI 2 KEDIRI

KERJASAMA – Dari kiri, Ketua YPLP PGRI Kota Kediri Dr Atrup, Kasek Harun, dan Direktur IC Tech Co.Ltd Hitoshi Ugora, usai penekenan MoU di aula SMK Grida. (Reika Setya Irawan for JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Kerja sama dengan perusahaan Jepang adalah langkah besar bagi SMK PGRI 2 Kota Kediri. Nantinya siswa sekolah ini tak hanya mendapatkan kesempatan magang dengan fasilitas lengkap. Mereka yang berhasil juga berpeluang mendapatkan modal usaha hingga beasiswa.

BAGUS ROMADHON

          Kamis (23/8) menjadi momentum bersejarah bagi SMK PGRI 2 Kota Kediri. Sekolah menengah kejuruan swasta ternama tersebut menandai era baru mereka. Menjalin kerja sama dengan IC Tech Co.Ltd dari Jepang. Satu perusahaan yag bergerak di bidang otomotif dan culinary.

“Alhamdulillah, ini kerjasama kami yang pertama dengan perusahaan luar negeri,” ungkap Kepala SMK PGRI 2 Kota Kediri Harun.

          Memorandum of Understanding (MoU) itu dikemas dengan rupa  seminar. Tujuannya agar lebih mengenalkan kerja sama bersejarah ini kepada keluarga besar SMK Grida, sebutan SMK PGRI 2. Direktur IC Tech Co.Ltd Hitoshi Ugora hadir langsung dalam seminar dan penandatangan MoU tersebut. Juga hadir Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Kota Kediri Dr Atrup dan keluarga besar dan perintis SMK Grida.

                Seminar berlangsung sekitar dua jam. Usai seminar langsung berlanjut dengan acara lain. Termasuk Hitoshi yang berkeliling lingkungan sekolah yang  berada di Jalan KH Abdul Karim nomor 5 ini. Hitoshi menyempatkan melihat aktivitas belajar mengajar. Serta melihat-lihat fasilitas yang dimiliki sekolah yang terkenal jago debat bahasa Inggris ini.

          Menurut Harun, kerja sama luar negeri ini bukan terjadi tiba-tiba. Butuh proses yang panjang. “Awalnya ada tawaran (kerjasama dengan IC Tech Co.Ltd, Red) dari YPLP PGRI Provinsi Jatim,” ujar Harun. Pertemuan awal saat itu berlangsung di Madiun.

Kepala sekolah kelahiran Trenggalek ini pun tertarik dengan apa yang didapat sekolah dengan kerjasama ini. “Terutama dari dampak dan fasilitas yang didapat siswa setelah ikut magang di Jepang,” tambahnya

          Alhasil, SMK Grida pun ikut dan terpilih menjadi sekolah yang dapat kerjasama dengan IC Tech Co.Ltd. Di Jatim, hanya delapan sekolah yang terpilih dan terlibat dalam kerja sama ini.

Apa dampak yang menarik itu? Salah satu dampak tersebut adalah mendapatkan fasilitas modal hingga beasiswa jika siswa SMK Grida berhasil saat magang. Jika siswa dapat berprestasi saat magang, ia akan mendapatkan fasilitas peralatan jika membuat usaha. Begitu juga jika siswa  ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, akan mendapatkan beasiswa.

“Bayangkan jika lima siswa yang mendapatkan modal dan membuat usaha. Mereka nanti akan merangkul alumni SMK Grida juga. Jika lima saja alumni, sudah bisa dilihat hasil akhirnya nanti akan mengurangi pengangguran,” jelas Kasek Harun.

SMK grida memilih bidang culinary dalam kerjasama ini. Sebab bidang itu sesuai dengan salah satu jurusan yang dimiliki oleh SMK yang juga memiliki kelas Jurnalistik Jawa Pos Radar Kediri ini, yakni jurusan tata boga.

Nantinya siswa akan magang selama satu tahun di Jepang.  “Jika dirasa kurang siswa pun juga dapat mengajukan tambahan magang lagi,” tambah kasek kelahiran 2 Februari 1963 tersebut.

Selain dampak setelah magang, saat magang siswa juga mendapatkan berbagai fasilitas. Ada apartemen, biaya hidup hingga gaji sesuai dengan gaji magang. Karena itu  SMK Grida terus mempersiapkan siswanya. Salah satunya dengan membuka kelas Jepang. Kelas yang dipersiapkan bagi siswa yang akan magang.

Untuk masuk kelas Jepang perlu kriteria khusus. “Nanti akan dipilih siswa yang benar-benar memiliki komitmen,” tegasnya.

          Di kelas Jepang nanti akan diadakan berbagai persiapan. Salah satunya bahasa. “Kami akan mengundang guru khusus bahasa Jepang,” jelas Harun. Tidak hanya itu, Jepang dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Karena itu fisik siswa harus bagus. Pola pikir tentang penyelesain tugas dan target juga harus diperbaiki.

          Saat ini sekolah mulai intens menyosialisasikan perekrutan siswa kelas Jepang. Diharapkan alumni tahun pelajaran ini akan ada yang berhasil tembus ke Jepang.

Setelah medapatkan berbagai ilmu di kelas Jepang. Siswa akan bersiap menjalani tes langsung dari IC Tech Co.Ltd. Dan SMK grida tidak mematok target khusus siswa yang harus ke IC Tech Co.Ltd. Yang terpenting bagi sekolah, siswa nanti akan mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat diterapkan di Indonesia. Keberangkatan ke Jepang pun akan bersama-sama dengan delapan sekolah yang sudah bekerjasama dengan IC Tech Co.Ltd.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia