Selasa, 13 Nov 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Lepas Pengait di Pagi Hari, Membelit Tali di Sore Hari

Minggu, 19 Aug 2018 14:46 | editor : Adi Nugroho

pengibaran bendera kediri

BERMASALAH: Bendera berkibar separo akibat pengait yang patah. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA- Suasana benar-benar haru di Stadion Brawijaya kemarin pagi. Usai melaksanakan tugas pengibaran bendera, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Kediri tertunduk lesu. Sebagian menangis tersedu. Ada pula yang lemas. Menyandarkan tubuh di badan rekannya.

Ironisnya, suasana serupa juga terjadi di sore hari. Kala mereka  usai melaksanakan Upacara Penurunan Bendera di tempat yang sama. Kali ini, suasananya juga lebih dramatis. Sebagian besar anggota Paskibraka Kota Kediri histeris.

Suasana seperti itu terjadi akibat tak sempurnanya pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan bendera yang mereka lakukan. Di pagi hari, bendera tak bisa berkibar sempurna. Akibat pengait bagian atas patah hanya beberapa menit setelah Sang Merah Putih berkibar di puncak tiang. Akibatnya, separo bagian bendera tak berkibar. Yaitu yang berwarna merah.

SPONTAN: Seorang anggota TNI memanjat tiang bendera.

SPONTAN: Seorang anggota TNI memanjat tiang bendera.

Sementara, saat penurunan, anggota Paskibraka Kota Kediri tak bisa menjalankan tugas dengan sempurna. Bendera tak mau ditarik turun. Bendera itu tiba-tiba membelit tiang. Kondisi itu langsung membuat mereka panik. Hingga akhirnya seorang anggota TNI harus naik, memanjat tiang. Membetulkan posisi bendera. Sebelum akhirnya sang Merah Putih bisa dikerek turun.

Walaupun terjadi dua kali insiden seperti itu, tak menyurutkan semangat seluruh peserta upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut. Bahkan, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut kedua kejadian itu bukanlah suatu insiden. “Menurut saya itu hal yang biasa. Bukan insiden,” tegas Abu Bakar.

Sebaliknya, orang nomor satu di Kota Kediri tersebut ganti menyebut bahwa upacara kemarin berlangsung khidmat dan lancar. Pasukan pengibar bendera telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia pun mengapresiasi kerja para pemuda Kota Kediri itu setinggi-tingginya.

Abu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Kediri untuk saling bahu-membahu. Bekerja sama yang diharapkan bisa selaras dengan pemerintah. “Kita harus bersatu untuk memperbaiki semua kekurangan. Mari kita bangun Kota Kediri ini bersama-sama,” tegasnya. 

Bagaimana perasaan para anggota Paskibraka Kota Kediri dengan dua insiden tersebut? “Seneng dan terharu. Rasa bangga pasti ada bisa jadi tim pengibaran bendera di Kota Kediri ini,” aku Alvinda Risqita Eka Putri, anggota Pasukan 45 Paskibraka Kota Kediri.

Alvinda mengaku mengaku sempat kaget ketika melihat separo bendera bagian atas yang berkibar tiba-tiba terlipat. Dan nyaris tidak bisa berkibar sempurna. Terlipatnya bendera sisi merah itu menurut keterangan pelatih adalah faktor angin yang berembus cukup kencang. Hingga mengakibatkan patahnya pengait bagian atas bendera.

“Awalnya ya kaget. Namun karena bukan kesalahan dari kami ya kami bisa tenang, itu karena angin yang kencang,” imbuh siswi kelas XII SMA 8 itu.

Sementara haru setelah mengibarkan bendera juga dirasakan oleh Aynara Sabrina. Ia tak bisa membendung air mata lantaran menurut gadis asal SMK Bhakti Wiyata ada sedikit perasaan kecewa.

Ia mengaku bahwa menjadi Paskibraka ini hanya sekali seumur hidup. Meskipun menurutnya ini bukan kesalahan dari pengibar tapi beban mental pasti masih ada. Di sisi lain ia dan kawan-kawanya masih bisa terima dan dimotivasi agar tetap semangat.

“Namun kami tetap legawa dan masih semangat. Karena dari jiwa kita sudah tertanam motivasi agar tidak lemah,” sahutnya dengan senyum bahagia.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia