Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Narkoba di Kediri: Barang Bukti Makin Variatif

Minggu, 19 Aug 2018 14:39 | editor : Adi Nugroho

dobel l kediri

BARANG BUKTI: Dobel L yang disita polisi. (HABIBAH ANISA – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN - Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kediri cenderung turun. Dalam satu bulan, khususnya Juli 2018, jumlah kasus yang terungkap sebanyak 21 kasus, turun dibanding Juli tahun lalu yang diungkap sebanyak 30 kasus.

“Dari hasil ungkap yang kita lakukan, petugas berhasil mengamankan 30 tersangka pada bulan Juli 2017, sedangkan 21 tersangka pada bulan Juli 2018,” terang Kasatresnarkoba Polres Kediri AKP Eko Prasetio Sanosin.

          Eko menambahkan, bahwa mayoritas tersangka yang berhasil diamankan berjenis kelamin laki-laki. Meski terdapat penurunan pada jumlah penyalahgunaan narkoba pada bulan Juli 2018, jika dilihat dari data barang bukti yang disita oleh petugas mengalami penambahan variasi kasus.

          Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, pada Juli 2017 tim resnarkoba berhasil mengamankan pil jenis dobel L dengan jumlah 254.099 butir sedangkan Alprazolam sebanyak 100 butir.  Namun pada bulan Juli 2018,  tim resnarkoba berhasil mengamankan pil jenis dobel L dengan jumlah 29.955 butir, sabu-sabu  dengan berat 6,66 gram dan Pil Y dengan jumlah 2 butir. “Hingga saat ini kami masih tetap berusah melakukan  pengembangan untuk menangkap tersangka lainnya,” ujar Eko.

          Penurunan jumlah pengguna dan pengedar narkotika diakui Eko karena sulitnya mencari pemasok barang haram tersebut. Hingga kemarin, tim unit resnarkoba masih melakukan penyelidikan untuk memberantas tersangka penyalahgunaan narkotika lainnya “Kami akan terus melakukan penyelidikan, hingga tersapu bersih,” tegas Eko.

 .

 .

Amankan Jaringan Pil Dobel L

 

Sementara itu, pekan lalu, tim Resnarkoba Polres Kediri kembali membongkar jaringan pengedar dan pengguna pil dobel L. Empat orang berhasil diringkus (11/8).

Mereka adalah, Agus Prasetyo, 23; Ryan Prasetyo, 21;  Hendrawan, 21;  Novan Nur Cahyono, 18.       Kasatresnarkoba Polres Kediri AKP Eko Prasetyo Sanosin mengatakan pelaku pertama yang ditangkap adalah Agus Prasetyo, 23 warga Dusun Paron, RT 016 RW 007, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, ditangkap sekitar pukul 12.00 WIB. “Ia (Agus) ditangkap di kediamannya,” ujarnya.

          Sebelumnya, tim resnarkoba mendapatkan laporan mengenai tindakan yang mencurigakan di rumah Agus. Mendengar laporan tersebut, anggota tim resnarkoba lantas langsung menindak lanjuti laporan tersebut.

          Setelah dilakukan penangkapan, petugas berhasil mengamankan barag bukti yang berupa dobel L tanpa izin.  “Agus kami tangkap bersama dengan barang bukti berupa dobel dengan jumlah 40 butir,” imbuhnya.

          Tak sampai disitu saja, sekitar pukul 17.00 petugas kembali berhasil mengamankan Ryan Prasetyo, 21 warga Jalan Cemara, RT/RW 005 Desa Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. “Waktu itu, Ryan ditangkap di rumah kos yang terletak di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri,” ujar Eko.

          Dari hasil pengeledahan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan narkotika jenis sabu-sabu dan pil jenis dobel L. Penangkapan masih berlanjut, sekitar pukul 18.30, petugas menangkap Novan Nur Cahyo, 18 yang saat itu berada di pinggir jalan umum Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

          Di tangan warga Dusun Sumberasih, RT 029 RW 007, Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu petugas berhasil mengamankan 20 butir pil jenis dobel L yang dimasukan tersangka ke dalam tempat rokok.

          Terakhir sekitar pukul 22.00 WIB, kembali menindak lanjuti laporan warga petugas kembali membekuk tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.  Hendrawan Yogi Saputro, 21 warga Dusun Silir, RT 002 RW 001, Desa Sili, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri berhasil ditangkap di kediamannya.

          Eko menjelaskan dari tangan tersangka Hendrawan, selain ditemukan narkotika sabu-sabu dengan berat 0,03 gram, juga ditemukan 514 butir pil jenis dobel L. “Petugas juga mengamankan barang lainnya,  berupa peralatan yang digunakan,” jelasnya.

          Kini keempat tersangka tersangka telah diamankan bersama dengan barang bukti di Polres Kediri. Akibat perbuatan yang mereka lakukan, Agus dan Novan melanggar pasal 197 Sub pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.  Sedangkan Ryan dan Hendrawan telah melanggar pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang kesehatan dan melanggar pasal 197 Sub Pasal 196 UU RI No 36 tentang Kesehatan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia