Rabu, 26 Sep 2018
radarkediri
icon featured
Events

Hari Pramuka di Kediri: Buat Semafor hingga Menara Bambu

Rabu, 15 Aug 2018 14:29 | editor : Adi Nugroho

hari pramuka

SEJAK DINI: Siswa PAUD Yayasan Lisa memeragakan sandi semafor di sekolahnya. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA - Banyak cara memeringati Hari Pramuka yang jatuh kemarin (14/8). Seperti yang terlihat di sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan PAUD milik Yayasan Pendidikan Lisa ini. Di sini, para siswanya diajari membuat sekaligus memeragakan sandi semafor.

“Kami mengajarkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk tetap memeringati (Hari Pramuka) dengan cara lain. Seperti mendampingi mereka membuat bendera semafor,” kata Yunita Elizabeth, kepala yayasan pendidikan tersebut.

menara bambu

CEKATAN: SMP Katolik Mardi Wiyata Kota Kediri membuat menara dari bambu. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

Seluruh proses pembuatan bendera semafor berbahan kertas itu dilakukan oleh para siswa ABK dan PAUD. Mulai dari membeli bahan yang diperlukan dilakukan sendiri oleh para siswa yang sebagian berasal dari anak-anak korban bullying itu. Beberapa bahan yang mereka beli sendiri di antaranya kertas minyak, pipa kecil, gunting hingga lem.

Setelah jadi, para bocah yang terdiri dari usia tiga tahun hingga 14 tahun itu diajari memeragakan sandi semafor. Sandi yang biasa digunakan oleh anggota Pramuka. “Karena kami pendidikan nonformal, tidak ada upacara atau mengenakan seragam pramuka. Membuat bendera (semafor) ini termasuk cara kami mengenalkan mereka tentang pramuka,” tambah perempuan berkaca mata ini.

Berbeda lagi dengan SMP Katolik Mardi Wiyata Kota Kediri. Peringatan Hari Pramuka mereka tandai dengan membuat menara dari bambu. Selain cerminan peringatan Hari Pramuka juga sekaligus untuk peringatan Kemerdekaan RI. “Kami sedang merealisasikan pendidikan berkarakter, yang melibatkan guru dan siswa. Seperti pembuatan menara ini,” cerita Heri Setionobowo, guru pendidikan kewarganegaraan sekolah swasta tersebut.

Di Kabupaten Kediri, peringatan Hari Pramuka dilakukan oleh Kwaran Plemahan. Mereka menggelar perkemahan yang diikuti oleh perwakilan SD dan MI se Kecamatan Plemahan. Kegiatan perkemahan berlangsung dua hari, Senin dan Selasa.

Beberapa lomba juga digelar selama acara perkemahan. “Ada estafet bola, sekoci, dan malamnya dilanjutkan dengan ulang janji. Disertai dengan pelantikan perubahan golongan,” ujar Lismiati, ketua Kwaran Plemahan.

Lebih lanjut, setelah acara api unggun, masing-masing perwakilan dari tiap gugus depan (Gudep) menampilkan keahliannya dalam acara pentas seni. “Ada yang nyanyi, nari, pantomime, dan drama,” terangnya.

Perkemahan itu diikuti perwakilan dari 29 SD dan MI. Dengan jumlah peserta mencapai 640 siswa. Lismiati menyebut, kegiatan kepramukaan ini bertujuan untuk menunjang pendidikan karakter bagi generasi muda. “Jangan sampai anak-anak termakan oleh kegiatan-kegiatan yang negatif,” imbuhnya.

Selain itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan pula agar anak-anak yang menjadi peserta dapat memiliki mental, sifat, dan sikap sebagai seorang pemimpin. “Bagaimanapun juga anak-anak ini semua adalah calon pemimpin bangsa. Kita yang tua-tua ini wajib memberi bekal,” ujar Mokhamad Saroni, plt Camat Plemahan.

Roni, sapaan akrabnya, berharap anak-anak yang menjadi peserta ini memiliki rasa cinta tanah air dan patriotisme. “Sehingga nantinya dapat menjadi pemimpin bangsa yang berkompeten, cerdas, jujur dan tidak meinggalkan nilai agama,” harapnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia