Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Jamaah Haji asal Kediri Meninggal usai Tawaf

Sabtu, 11 Aug 2018 15:06 | editor : Adi Nugroho

haji kediri meninggal

TINGGAL KENANGAN: Moh. Wafid Aulafi (gendong bayi) dan Fehin Abdul Aziz (membawa foto almarhum) saat berkumpul di rumah duka, Desa/Kecamatan Ringinrejo, kemarin. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN- Calon jamaah haji (CJH) asal Desa/Kecamatan Ringinrejo meninggal pada Kamis (9/8), pukul 22.00 WIB atau sekitar pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Almarhum bernama Rohmad Zubaidi, 64, dari kloter 54 Kabupaten Kediri.

Ia meninggal usai melaksanakan ibadah tawaf. Bahkan sempat mencium Hajar Aswad sebanyak dua kali. Namun tak berselang lama, Rohmad mengeluh lemas. Itu masih di seputar Kakbah.

“Akhirnya bapak dipangku ibu (Istri Rohmad) dan ditanya sakit apa?” ujar Moh. Wafid Aulafi, putra kedua Rohmad, menirukan ucapan sang ibu, Siti Anisah, yang mengabarkan dari Tanah Suci.

Namun dari pertanyaan istrinya, Rohmad hanya menjawab lirih. Tidak mengeluh sakit pada tubuhnya. Ia hanya mengeluh karena lemas. Bahkan ketika ditanya dokter, Rohmad tidak menjawab apa yang dirasakannya. Lagi-lagi ia hanya menyebut kalau tubuhnya lemas.

Sebelum meninggal, Wafid menyampaikan bahwa selama di Tanah Suci ayahnya selalu bersama ibunya. Mereka memang dalam satu rombongan di kloter 54. “Saat berangkat ibu dan bapak duduk berdampingan, satu bangku,” sahutnya.

Yang menjadi perhatian adalah ketika Rohmad berpamitan pada keluarga. Terutama kepada putranya. Seakan ia berpesan khusus kepada keluarganya untuk pergi jauh. “Aku iki budal kaji podo karo budal mati (saya berangkat haji ini sama dengan berangkat mati), kalau ada apa-apa bicarakan, jadi kalau di sana nanti biar saya tidak ada beban,” tutur Wafid menirukan pesan sang ayah ketika akan berangkat ke Tanah Suci.

Sementara itu, Fehin Abdul Aziz, putra keempat Rohmad, menyampaikan, sebelum berangkat ayahnya rajin berolahraga. Biasanya berjalan kaki dengan sang istri. Sesekali juga berkeliling lapangan. “Bapak jalan kaki 7 kilometer saja masih kuat Mas,” ujarnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri di rumah duka.

Aziz menambahkan bahwa ayahnya berpamitan kepada semua sanak keluarga. Mendatanginya satu per satu, bahkan keluarga yang ada di Trenggalek pun disambangi untuk mohon doa restu. Rohmad meninggalkan 4 anak dan 7 cucu.

Itu seperti apa yang disampaikan Kepala Desa Ringinrejo Akhmad Ali. Dia menegaskan bahwa Rohmad adalah salah satu pengurus RT di desanya. Memang sebelum berangkat ke Tanah Suci, ia masih menjabat ketua RT. Namun saat hendak berpamitan, ia mengundurkan diri dengan alasan sudah memasuki usia lanjut.

“Ke rumah saya tiga kali Mas, pertama silaturahmi minta doa restu, selanjutnya pamitan mengundurkan diri sebagai RT, dan yang terakhir berpamitan berangkat haji,” papar Ali.

Di mata Ali, Rohmad merupakan ketua RT teladan. Dia selalu bersemangat dalam menjalankan tugas. Di lingkungannya, Rohmad juga menjadi tokoh agama yang bisa mengayomi warga. “Almarhum dimakamkan di Arab Saudi,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri membenarkan atas kejadian yang menimpa salah satu jamaahnya. Bahwa Rohmad meninggal dunia bakda Magrib waktu Arab Saudi.

“Untuk penyebab meninggalnya kami belum bisa memastikan,” ujar Abdul Aziz, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri.

(rk/fiz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia