Selasa, 18 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bongkar Peredaran SS di Perbatasan

11 Agustus 2018, 13: 38: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Bongkar Peredaran SS di Perbatasan

KEDIRI KABUPATEN – Tim satresnarkoba menguak kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu (SS) di wilayah perbatasan Kabupaten Kediri – Malang. Dua pemuda yang diduga terlibat ditangkap. Mereka adalah M. Muhlison Iqbal, 24, warga Dusun Mangir, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Malang, dan Kheysava Galih Phaksindra, 24, warga Jl Sooko, Desa/Kecamatan Kandangan.

Dari tangan Iqbal, polisi mengamankan 0,98 gram SS. Tersangka ini ditengarai hanya sebagai pemakai. Sedangkan dari Galih, barang bukti (BB) yang disita lebih banyak. Yakni sepuluh bungkus SS seberat 6,98 gram yang dikemas dalam plastik klip.

“Kedua tersangka telah kami tahan. Saat ini mereka dalam proses penyidikan petugas satresnarkoba,” kata Kasatresnarkoba Polres Kediri AKP Eko Prasetio Sanosin, kemarin. 

Dia mengungkapkan, awalnya tim satresnarkoba menangkap Iqbal pada Senin (6/8) sekitar pukul 16.00. Sore itu, polisi menyergap pemuda ini saat berada di Jalan Dusun Jatiwaringin, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pagu.

Dalam penggeledahan ditemukan SS dalam kemasan klip yang disimpan di saku Iqbal. “BB yang kami sita berupa sabu-sabu yang telah dikemas dalam dua plastik klip dengan berat 0,64 dan 0,34 gram,” ujar Eko kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Penangkapan tidak berhenti di situ.Sebab, tidak lama setelah mengamankan Iqbal, sekitar dua jam kemudian tim satresnarkoba menangkap Galih. Nama pemuda itu disebut Iqbal saat petugas menanyakan asal sabu-sabunya didapat. “Dari keterangan Iqbal, kami mendapatkan informasi barang tersebut dari seseorang bernama Galih,” jelas Eko.

Sekitar pukul 18.30 , Galih digerebek polisi saat sedang berada di rumah. Dia tidak melakukan perlawanan ketika petugas menggeledah. Hasilnya, ditemukan 10 bungkus SS di plastik klip. Rinciannya, 0,34 gram ; 0,30 gram ; 1,0 gram ; 0,52 gram ; 0,54 gram ; 0,52 gram ; 0,60 gram ; 0, 60 gram ; 0,54 gram ; 1,0 gram ; 0,96 gram ; 0,86 gram ; 0,84 gram ; dan 0,60 gram.

Selain itu, BB lain yang diamankan adalah dua pipet kaca, gawai merek Azus warna hitam, satu bong, satu korek api gas, satu bungkus plastik klip, satu timbangan elektrik, dan satu gawai Nokia.

Akibat perbuatannya, Iqbal dijerat pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Sedangkan Galih dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 UU Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penajara.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia