Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Kekeringan, Petani Tebu di Ngancar Merugi

03 Agustus 2018, 17: 55: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

lahan tebu - radar kediri

KERING: Sisa daun tebu di lahan petani Ngancar. (RAMONA VALENTIN – JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Musim kemarau yang berlangsung selama dua bulan terakhir membuat sejumlah lahan tebu di wilayah Kabupaten Kediri mengalami kerusakan.

Hal ini membuat petani di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri terpaksa memangkas habis tebu mereka yang telah mengering sebelum masa panen tiba. Diketahui lahan tebu seluas 400 ru mengalami kekeringan sejak dua bulan lalu.

Pairin, salah satu petani tebu Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri membenarkan hal tersebut. “Sudah dua bulan berturut-turut ini panas terus, jarang hujan. Dan sekarang bertambah panas,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Diakuinya bila desanya memang berlangganan mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba, sehingga kekeringan tersebut bukan merupakan hal baru bagi petani di Desa Pandantoyo.

Banyak dari petani menyadari bila kekeringan tersebut merupakan faktor alam yang tidak bisa dikendalikan. “Kalau sudah begini ya harapan kami hanya hujan, atau lahan mendapatkan pengairan yang cukup,” tegasnya sambil menebangi batang tebu.

Pairin menjelaskan bila masa tanam tebu hingga panen adalah 10 bulan hingga 12 bulan dengan pengairan dan pemupukan yang cukup baik. Diakuinya lahan seluas 400 ru tersebut ditanami tebu dengan masa tanam sembilan bulan dengan kondisi yang rusak, kering, daun menguning dan keras.

Hal serupa diungkapkan Darmo, yang juga petani tebu Desa Pandantoyo . “Kalau sudah musim kemarau begini, tebu yang bisa dipanen hanya separo lahan. Bahkan nyaris tidak ada,” ceritanya.

Laki-laki 27 tahun ini juga menjelaskan bila lahan tebu mengalami kekeringan dan gagal panen. Kerugian yang dirasakan petani mencapai Rp 15 juta. Kerugian tersebut meliputi biaya tenaga kerja, hingga pemupukan tebu selama masa tanam. “Kalau tayang masih hijau-hijau itu masa tanam 6 bulan, makanya masih segar-segar,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randy Agatha mengatakan bila musim kemarau berlangsung mulai Mei. “Dari yang masih terjadi hujan, hinggatidak hujan sama sekali. Atau kemaru berkepanjangan,” terangnya.

Kabupaten Kediri diakuinya bila musim kemarau memiliki potensi bencana kekeringan di bebrapa wilayah selain Ngancar di antaranya  Mojo Grogol, Tarokan, Semen, Banyakan dan sebagainya.

Randy memaparkan bila bencana keekringan bisa diantisipasi dengan memilih tanaman yang mampu tumbuh di musim kemarau lalu mengasuransikan tanaman dan membuat sumur bor dan pipanisai untuk mencegah kekurangan air bersih yang rawan terjadi dimusim kemarau. “Laporkan saja pada kami terkait bencana yang terjdai di Kabupaten Kediri. Kami siap 24 jam,” pungkasnya

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia