Sabtu, 25 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Bandar Udara di Kediri Perlu Kesiapan Khusus

Bandara Pengaruhi Berbagai Sektor

26 Juli 2018, 15: 54: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Dampak keberadaan bandara di suatu wilayah akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan berbagai sektor. Salah satunya adalah di sektor ekonomi. Karena itu, perlu kesiapan khusus untuk menyambut keberadaan bandara tersebut. Termasuk persiapan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) agar memadai.

Ema Nurzainul Hakimah, kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri menyebut bahwa dibangunya bandara di Kabupaten Kediri bisa menjadi penggerak untuk semua sektor. Terutama ekonomi.

“Dampaknya pasti tidak hanya di Kabupaten Kediri saja. Namun bisa menyeluruh sampai ke daerah-daerah di wilayah Mataraman,” ujarnya.

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

Perempuan yang karib disapa Ema itu menyampaikan keberadaan bandara tak hanya mempermudah transportasi dan distribusi. Juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, industri, dan juga perdagangan. Dia kemudian menunjuk contoh seperti Kota Malang, Kabupaten Jember, dan juga Kabupaten Banyuwangi. Ketiga daerah itu saat ini telah memiliki bandara komersial. Meskipun hanya melayani perjalanan domestik saja namun dampak ke warga sekitar bandara sudah terasa.

“Apalagi nanti di Kediri yang rencananya bertaraf internasional, pasti akan lebih ramai lagi dibandingkan Bandara Abdurrahman Saleh yang ada di Malang,” imbuhnya.

Namun akademisi alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya itu mengingatkan, sebelum selesainya bandara ini infrastruktur penunjang lainya harus segera disiapkan. Salah satunya adalah pelebaran jalan yang ada. Pembenahan infrastruktur tersebut guna menunjang akses menuju ke bandara yang pasti berdampak pada kepadatan lalu lintas yang ada.

“Tak hanya itu, sumberdaya manusia juga harus dipersiapkan dengan baik. Seperti peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kediri ini,” sahut Ema saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di ruang kerjanya.

Sementara, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki planning terkait pembangunan bandara yang rencananya terletak di wilayah barat sungai itu. salah satunya adalah kesiapan di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Munfarid, kepala Bidang Pembiayaan dan Pemasaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopusmik) menyampaikan bahwa kehadiran bandara nanti akan membuat perubahan perilaku. Kawasan pedesaan yang ada di barat sungai akan mengalami peralihan menjadi kawasan perkotaan. Sehingga hal ini perlu kesiapan peningkatan produktivitas UMKM yang ada di daerah tersebut.

“Mulai kualitas produk dan kemasan, keberlanjutanya, hingga cara pemasaran harus dipersiapkan dengan baik,” terangnya.

Selain itu, faktor lain guna menunjang produktivitas adalah kualitas sumber daya manusia. Hal inilah yang nantinya menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Diskopusmik untuk meningkatkan intensitas pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha kecil yang selama ini sudah dilakukan. Untuk mencapai semua itu, menurutnya juga harus ada kolaborasi dari semua pihak.

“Nanti juga lebih ditekankan pada pelatihan manajemen usaha. Mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengaturan keuangan,” tambahnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Kediri Masykuri menyampaikan bahwa Bandara Kediri merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Untuk mendukung proyek tersebut Pemkab Kediri harus melakukan persiapan infrastruktur penunjang. Dan hingga saat ini proyek bandara yang akan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter tersebut masih dalam tahap pembenahan RTRW tingkat provinsi. Dan itu harus sudah selesai sebelum ground breaking yang rencananya akan berlangsung Maret 2019 nanti. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia