Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Temuan Kerangka Hebohkan Warga

Tim Forensik Amankan Belasan Tulang

26 Juli 2018, 08: 33: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

AMANKAN BUKTI: Tim forensik RS Bhayangkara dan Polres Nganjuk membersihkan tulang dan tengkorak kepala yang ditemukan di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, kemarin. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mayat yang sudah terkubur lama di sana.

AMANKAN BUKTI: Tim forensik RS Bhayangkara dan Polres Nganjuk membersihkan tulang dan tengkorak kepala yang ditemukan di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, kemarin. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mayat yang sudah terkubur lama di sana. (REKIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

NGANJUK - Pembangunan saluran irigasi di area persawahan Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, kemarin pagi terhenti. Para pekerja geger setelah menemukan tiga kerangka manusia yang terkubur di satu lokasi di sana. Tim forensik dari RS Bhayangkara dan Polres Nganjuk langsung mengamankan barang bukti tersebut untuk penyelidikan.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, tiga kerangka manusia itu ditemukan sekitar pukul 08.00, kemarin. Saat itu, para pekerja yang tengah menggali saluran irigasi dengan kedalaman dua meter dikejutkan oleh temuan sejumlah potongan kerangka.

EVAKUASI: Tim forensik RS Bhayangkara dan Polres Nganjuk mengangkat puluhan potongan tulang dan kerangka manusia untuk dibawa ke RS Bhayangkara setelah dibersihkan, kemarin.

EVAKUASI: Tim forensik RS Bhayangkara dan Polres Nganjuk mengangkat puluhan potongan tulang dan kerangka manusia untuk dibawa ke RS Bhayangkara setelah dibersihkan, kemarin. (REKIAN - JawaPos.com/RadarKediri)

Tidak hanya tulang, mereka juga menemukan tiga tengkorak kepala manusia. Kontan saja, mereka melaporkan temuan itu kepada perangkat desa dan Polsek Sukomoro.

Sekitar pukul 10.00 kemarin, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta bersama tim forensik dan Satreskrim Polres Nganjuk mendatangi areal persawahan tempat ditemukannya tulang-belulang itu. “Tim forensik sudah mengamankan barang bukti potongan tulang dan tiga tengkorak kepala manusia yang ditemukan tadi (kemarin, Red),” kata Dewa.      

Berdasar informasi sementara, lanjut Dewa, areal persawahan itu dikenal sebagai tempat penguburan masal korban pembantaian Partai Komunis Indonesia (PKI) puluhan tahun lalu. Meski demikian, polisi tidak bisa begitu saja percaya.

Dewa menyebut, tim forensik masih akan melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas kerangka manusia tersebut. Demikian juga dengan penyebab kematiannya. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah mereka korban tindak kejahatan atau korban pembantaian PKI,” lanjut perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu.  

Selain pemeriksaan tulang oleh tim forensik, Dewa menyebut anggotanya juga masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). Termasuk dengan menanyai sesepuh desa tentang kondisi lingkungan tersebut di masa silam.  

Jika hasil pulbaket memperkuat dugaan jika area persawahan itu merupakan kuburan masal korban PKI, menurut Dewa polisi akan menindaklanjutinya. Yaitu, dengan melanjutkan penggalian untuk menemukan kerangka lainnya. “Nanti akan digali lagi sekitar tiga meter menyamping,” tandasnya.

Pantauan koran ini, total ada puluhan potongan tulang dan tengkorak yang diamankan tim forensik. Potongan tulang itu lantas dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara.

Terpisah, Kades Putren Nidi Basuki mengatakan, warga setempat banyak mendapat cerita tentang lokasi temuan kerangka yang merupakan kuburan masal korban PKI. "Orang yang menceritakan itu sekarang sudah meninggal," katanya.

Jumlah orang yang terkubur di sana, menurut Nidi ada sembilan orang. Karenanya, jika kemarin baru ditemukan tiga kerangka, berarti ada enam kerangka lain yang masih terkubur di sana. "Temuan ini kami serahkan ke pihak berwajib," terang Nidi sembari menyebut pihak desa akan membantu jika polisi melakukan penggalian lanjutan. 

Temuan Kerangka di Sukomoro

-Sejumlah pekerja melakukan penggalian saluran irigasi sejak seminggu lalu

-Saat menggali tanah di areal persawahan, mereka menemukan tiga kerangka manusia di satu lokasi

-Polisi langsung mengamankan potongan tulang dan kerangka untuk penyelidikan

-Mereka mendalami informasi yang menyebut areal persawahan itu merupakan kuburan masal korban pembantaian PKI

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia