Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Bandara Pasti Berdampak Positif

Pemkab Kediri Tunggu RTRW Provinsi Jatim

25 Juli 2018, 15: 13: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

ilustrasi: Nakula Agi Sada

ilustrasi: Nakula Agi Sada

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Keseriusan Pemerintah Pusat untuk menjadikan proyek Bandara Kediri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Sebab, dengan menjadikan proyek yang bakal dibangun dengan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Gudang Garam Tbk itu sebagai PSN, pengerjaannya pun akan jadi prioritas. Saat ini, pihak Pemkab Kediri menunggu proses pembuatan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Tentu saja pihak Pemkab juga menjadi stake holder pendukung, sebagai wilayah untuk lokasi proyek (bandara) tersebut,” kata Wakil Bupati Kediri Masykuri.  

Menurut Wabup, pembenahan RTRW inilah yang membutuhkan proses lama. Karena harus ada kolaborasi dari tiga pemerintah. Baik Pusat, provinsi, dan kabupaten.

Menurut Masykuri, karena Bandara Kediri merupakan PSN, Pemkab Kediri harus melakukan persiapan penunjang. Termasuk pembenahan RTRW yang sleama ini sudah ada. Sebab, mereka adalah ‘tuan rumah’ proyek prestisius tersebut.

“Sementara ini kami menunggu RTRW yang ditetapkan provinsi dulu. Itu masih proses revisi. Ya nanti kalau sudah selesai baru akan dilaksanakan proyek tersebut,” jelasnya.

Sebelum pembangunan bandara, hal yang harus dipenuhi adalah membenahi RTRW. Terutama pembenahan RTRW Provinsi. Pembenahan itu harus sudah selesai sebelum ground breaking yang rencananya akan berlangsung Maret 2019 nanti.

Masih menurut Masykuri, yang perlu menjadi persiapan tak hanya soal bandara. Tapi mereka juga harus mempersiapkan rencana pembangunan jalan tol. Sebab, rencananya jalan tol itu juga akan dibangun melintas wilayah Kediri.

“Alhamdulillah kabarnya Kabupaten Kediri juga mendapatkan satu proyek strategis nasional lagi yakni jalan tol di barat sungai,” sambung orang nomor dua di Kabupaten Kediri tersebut. Jalan tol itu merupakan sudetan dari tol Solo-Kertosono yang saat ini sudah hampir selesai pengerjaanya.

Terkait harapan adanya bandara di Kabupaten Kediri ini, Masykuri menyampaikan bahwa hal itu berdampak positif. Terutama untuk Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Dan salah satunya seperti yang telah disinggung oleh Khofifah Indar Parawansa. Yaitu, sangat mungkin setelah adanya bandara bertaraf internasional tersebut jamaah haji bisa berangkat langsung dari Kediri ini.

“Dengan begitu, sebelumnya kami juga akan menyiapkan semua infrastruktur termasuk asrama haji untuk penunjangnya,” paparnya.

Masih menurut Masykuri, nanti asrama haji tersebut bisa untuk pusat berbagai kegiatan. Baik itu untuk kegiatan keagamaan maupun kegiatan lain yang bisa memanfaatkan asrama tersebut.

Sebelumnya Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Bandara Kediri bakal segera dimulai pembangunannya. Rencananya, ground breaking akan berlangsung Maret 2019. Selain itu, bandara pertama di wilayah barat Jatim ini akan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter. Sekaligus menjadikan Bandara Kediri berkelas internasional.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia