Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Asrama Haji lalu Embarkasi

Bisa Melayani CJH dari Wilayah Jatim Barat

24 Juli 2018, 15: 36: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

Asrama Haji lalu Embarkasi

Share this          

KEDIRI KABUPATEN - Titik terang pembangunan bandara di Kediri langsung berefek pada kemungkinan-kemungkinan lain. Seperti adanya peluang menjadikan bandara di Kediri nanti sebagai titik pemberangkatan (embarkasi) jamaah haji. Sebab, bandara yang akan dibangun itu, kabarnya memiliki runaway atau landas pacu level bandara internasional. Yaitu sepanjang 3.000 meter.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menyambut baik rencana pembangunan bandara tersebut. Sekaligus mengapresiasi keinginan agar bandara tersebut menjadi embarkasi jamaah haji. Namun, semua nanti juga bergantung dari kebijakan pemerintah daerah.

“Kami tinggal menunggu keputusan bupati saja terkait hal ini (keinginan menjadikan bandara Kediri sebagai embarkasi CJH, Red),” ujar Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Aziz.

Menurut Aziz, keputusan menjadikan satu bandara menjadi embarkasi memang berada di Kemenag. Namun, sebelumnya Kemenag akan melihat fasilitas dari daerah tersebut. Seperti status bandara yang harus berlevel internasional. Juga harus memiliki fasilitas asrama haji.

Untuk bandara, bila sesuai seperti yang digembar-gemborkan saat ini, bisa memenuhi syarat. Karena kabarnya bandara yang akan dibangun di wilayah Barat Sungai Brantas ini memiliki landas pacu 3 kilometer. Yang bisa menampung pesawat besar untuk penerbangan internasional. Bila itu terwujud berarti tinggal upaya Pemkab Kediri untuk menyediakan fasilitas asrama haji.

“Andaikan nanti asrama haji ditaruh dekat perbatasan Kediri-Nganjuk (dekat lokasi bakal bandara, Red) pasti lebih enak untuk mengcover CJH dari wilayah Jatim bagian barat juga,” ujar Aziz saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri di ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, memang dengan membangun asrama haji di Kediri ini sangat memiliki dampak positif. Namun hal ini masih perlu koordinasi dengan kepala daerah yang memiliki kewenangan. Karena untuk kepengurusan keberangkatan dan kepulangan haji ini ditanggung oleh pemerintah daerah masing-masing.

“Untuk pembangunan asrama haji itu sangat bisa. Tinggal keseriusan pemerintah daerah saja. Karena selama ini untuk pemberangkatan dan kepulangan haji itu dibawah tanggung jawab per daerah,” sambungnya.

Selain mempermudah akses pemberangkatan dan kepulangan jamaah haji dari wilayah Mataraman, keberadaan asrama haji ini bisa menambah pemasukan bagi Kabupaten Kediri. Tak hanya saat musim haji saja, namun apabila dikelola dengan baik, ini bisa menjadi penginapan.

Aziz menambahkan, tak hanya pemda saja yang bisa membangun asrama haji tersebut. Namun juga investor yang mau bekerjasama untuk membuat gedung yang menjadi salah satu sarana jamaah haji itu.

“Selama ini embarkasi hanya ada di Surabaya. Bahkan dari Bali juga berangkat dari sana,” tambahnya.

Hal inilah yang menurutnya bisa memecah CJH agar tidak terfokus ke Surabaya. Terlebih angka Jamaah Haji dari setiap daerah dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Sebelumnya, usulan adanya embarkasi di wilayah Kediri ini muncul ketika Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa menyampaikan keseriusanya membangun wilayah Jatim bagian selatan. Menurut wanita yang pernah menjabat sebagai menteri sosial tersebut, dengan dibangunya bandara Kediri bisa menjadikan wilayah Kediri sebagai embarkasi haji. Tentunya juga perlu didukung dengan sarana seperti asrama haji.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia