Minggu, 05 Jul 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pj Kades Pesing Dilantik, Warga Demo

06 Juli 2018, 18: 14: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

demo pesing purwoasri

SUARA RAKYAT: Aksi demo warga Desa Pesing yang dijaga ketat aparat kepolisian. (HABIBAH ANISA – JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KABUPATEN – Ratusan warga Desa Pesing menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kecamatan Purwoasri Kamis kemarin (5/7). Mereka menuntut pelantikan Pj Kades Pesing oleh camat setempat dibatalkan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, aksi ini terjadi mulai pukul 09.00. Ratusan warga meluruk kantor Kecamatan Purwoasri dengan berbagai poster berisi tuntutan. Mulai dari tulisan 'Cabut Kembali Penunjukan Pj Desa Pesing', 'Kembalikan Hak2 Warga Pesing', hingga 'Turunkan Camat!!'.

Sekitar pukul 10.30, warga masih menunggu di depan pintu masuk kecamatan yang dijaga oleh petuga kepolisian. Warga meminta untuk pak camat, segera keluar menemui warga. Tidak hanya bersembunyi saja. “Bapak camat tolong keluar, kami berjanji tidak akan melakukan aksi anarkis,” teriak salah satu pedemo. Warga sempat mengancam akan memblokade jalan, jika pelantikan tetap dilangsungkan.

Pelantikan Pejabat Kepala Desa (Pj Kades) Pesing di Kantor Kecamatan Purwoasri kemarin (5/7) diwarnai aksi protes warga. Warga yang berjumlah ratusan itu mendatangi lokasi pelantikan. Mereka menuntut pelantikan Pj kades itu dibatalkan.

Namun, aksi tersebut akhirnya dibubarkan oleh polisi. Alasannya, aksi tersebut tak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) unjuk rasa. Tak ada insiden dalam aksi tersebut. Karena warga akhirnya bersedia memenuhi perintah membubarkan diri.

“Silakan membubarkan diri, karena saudara tidak memiliki izin untuk berdemonstrasi,” ujar Kasatsabhara Polres Kediri AKP Hari Sutrisno melalui megaphone.

Sebelumnya, warga mulai datang ke Kantor Kecamatan Purwoasri sekitar pukul 09.00. Mereka terdiri dari pria, wanita, dan juga anak-anak. Warga desa juga membawa poster dari kertas manila yang bertuliskan aspirasi tentang penolakan pelantikan pj kades.

Pada pukul 10.30 warga masih menunggu di depan pintu masuk kecamatan yang dijaga oleh polisi. Warga meminta Camat Purwoasri Saiful menemui mereka. Warga bahkan sempat mengancam akan memblokade jalan provinsi di depan kantor kecamatan. Jika pelantikan  tetap berlangsung.

Ancaman itulah yang membuat polisi bertindak cepat. Mereka pun meminta pengunjuk rasa membubarkan diri karena tak dilengkapi surat pemberitahuan berunjuk rasa.

Warga sebenarnya sempat menolak dibubarkan. Tapi, setelah dipersuasif, mereka akhirnya mau meninggalkan lokasi.

Ridwan, salah seorang warga yang juga peserta demo, menyayangkan sikap polisi itu.“ Kalau bagi kami arogansi polisi untuk membubarkan (unjuk rasa) masyarakat Desa Pesing tidak apa-apa. Justru itu mengindikasikan ada sesuatu,” ucapnya.

Ridwan menegaskan, warga hanya menunggu jawaban dari camat. Sementara yang diharapkan muncul tak kunjung keluar. Dia mengaku warga akan melakukan aksi yang lain.

Pelantikan Pj Kades Pesing sendiri berlangsung usai massa bubar. Dalam kesempatan kemarin, ada dua pj kades yang dilantik. Selain Rangga Firmansyah yang dilantik jadi Pj Desa Pesing, juga ada Bassir yang dilantik jadi Pj DesaTugu. Dua desa itu diberi pj kades karena kades lama telah memasuki masa purnatugas. Keduanya ditetapkan oleh Kabupaten Kediri. Pelantikan kemarin pun dilakukan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Satirin.

Rangga sendiri enggan berkomentar banyak soal unjuk rasa warga Desa Pesing itu. “Saya tidak ada komentar,” ucapnya singkat ketika ditanya usai pelantikan.

Sementara itu, Kepala DPMPD Satirin menjelaskan kalau pihaknya hanya menjalankan tugas. Yaitu melantik sesuai dengan SK Bupati Nomor 188.45/222/418.08/2018 tentang penjabat Kepala Desa Pesing. “Jadi tidak ada kesalahan dalam proses pelantikan tersebut,” terangnya. Apalagi, kemarin, sebenarnya, Kecamatan Purwoasri hanyalah satu kecamatan dari beberapa kecamatan yang kemarin menggelar pelantikan penjabat kepala desa.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia