Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Features

Ruwatan Panji di Festival Panji Internasional

Di Thailand Berujud Tarian Inao

05 Juli 2018, 15: 59: 45 WIB | editor : Adi Nugroho

RUWATAN: Pertunjukan wayang krucil dengan dalang Ki Harjito mengawali Festival f Panji Internasional di Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan kemarin.

RUWATAN: Pertunjukan wayang krucil dengan dalang Ki Harjito mengawali Festival f Panji Internasional di Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan kemarin. (RAMADANI WAHYU - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Mata Naowarat tak habis berbinar sepanjang Festival. Terutama saat dalang wayang krucil Harjito mendobrak dengan lakon Sekartaji Ruwat. Pria asal Thailand ini langsung berujar, “Tarian Inao.”

RAMADANI WAHYU N.

Acara Festival Panji Internasional di Candi Tegowangi kemarin memang istimewa. Bukan hanya menjadi awal dari rangkaian Pekan budaya dan Pariwista Kabupaten Kediri yang pelaksanaannya hingga 14 Juli nanti. Yang akan dibuka secara resmi dengan Parade Budaya dan Pawai Mobil Hias di kawasan SLG pada 8 Juli. Festival kemarin semakin istimewa karena juga diwarnai oleh seniman mancanegara. Baik penari mapun singer.  

Ki Harjito melakukan ruwatan pada seniman asal Kamboja

Ki Harjito melakukan ruwatan pada seniman asal Kamboja (RAMADANI WAHYU - JawaPos.com/RadarKediri)

Bahkan, para seniman asing itu seperti memiliki pertautan dengan cerita panji. Naowarat misalnya, dia langsung teringat dengan satu tarian di negerinya saat melihat pertunjukan Panji. Meskipun dia tak paham sepenuhnya ucapan sang dalang, dia langsung merasa cerita Pani juga familiar  di negaranya. Berwujud pada tarian Inao. 

“So amazing Panji. I know that story,” ujarnya.

Yuli Marwanto mengatakan hal serupa. Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri itu menyebut ruwatan panji justru besar di negara-negara lain. Mulai Thailand, Vietnam, Myanmar, hingga Filipina. Bahkan, sangat disakralkan. Seperti tarian Inao di  Thailand yang masih berkaitan dengan cerita Panji.

“Justru di masyarakat Thailand ini (hanya) bisa dilihat ketika ada hajatan saja,” ungkapnya.

Masih menurut Yuli, tarian Inao erat kaitannya dengan tarian Panji dengan Dewi Kilisuci atau Sekartaji. Secara garis besar Panji adalah seorang kesatria yang selalu kehilangan pasangan hidupnya. Sebelum akhirnya mendapatkannya kembali dengan perjuangan yang luar biasa.

Acara Ruwatan Panji di Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, kemarin merupakan rangkaian dari beragam acara Festival Panji Internasional.  Rangkaian kegiatan seni sacral ini melibatkan banyak provinsi. Mulai Provinsi Bali, Jawa Timur, dan Jogjakarta. Adapun pemilihan Candi Tegowangi sebagai lokasi karena tempat tersebut merupakan situs purbakala yang juga terdapat relief yang berkisah tentang Panji.

“Panji ini cikal bakalnya dari Kediri,” ungkapnya.

Wahdan M.Y, penanggungjawab Festival Panji Internasional menyatakan bahwa dengan adanya festival Internasional ini harapannya agar Panji semakin populer. Tak hanya di kalangan orang manca negara. Justru pada generasi muda Indonesia.

“Semua dunia tahu Panji milik Indonesia. Bahkan telah dicatat oleh UNESCO juga. Jadi generasi muda hendaknya malah lebih tahu,” paparnya.

Dalam serangkaian Festival Panji Internasional kemarin tak hanya menyajikan pagelaran wayang krucil saja. Juga ada acara penyucian diri atau ruwatan. Ruwatan langsung dipimpin oleh sang Dalang Harjito.

Prosesi ruwatan tak hanya diikuti oleh warga Kediri saja. Tapi juga oleh warga negara asing. Terutama para seniman yang akan tampil di rangkaian acara Festival Panji Internasional. Beberapa orang dari Thailand dan Vietnam terlihat diruwat.

“Ini sekaligus upaya penyucian kita berdoa bersama pada Tuhan Yang Maha Kuasa berharap perlindungan juga,” papar Harjito sebelum akhirnya membasuh kepala salah satu warga Thailand dengan siraman air bunga dan gelang genitri.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia