Selasa, 21 Jan 2020
radarkediri
icon featured
Features
Komunitas Skateboard Kediri

Salurkan Energi untuk Hindari Perbuatan Negatif

Hobi yang Hasilkan Segudang Prestasi

04 Juli 2018, 18: 45: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

TERBANG: Pascal Bintang saat melakukan aksi dengan papan skateboard di Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (30/6).

TERBANG: Pascal Bintang saat melakukan aksi dengan papan skateboard di Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu (30/6). (IQBAL SYAHRONI - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

Semakin banyak anak muda yang bermain skateboard, semakin bagus. Energi mereka bisa tercurahkan ke hal positif, berolahraga. Menghindarkan diri dari kegiatan merugikan. Sekaligus meretas prestasi di cabang olahraga yang sudah dipertandingkan di Asian Games ini.

IQBAL SYAHRONI

Suara gesekan papan skateboard dengan slope rail di Gumul Skate Park terdengar ketika Topan melakukan boardslide trick, salah satu gerakan dalam skateboard. Sebelum melakukan trik tersebut, pria bernama panjang Muhammad Fajar Taufan ini lebih dulu mengolesi rel yang jadi tempat meluncurnya itu dengan lilin. Agar licin. Sehingga laju papan skateboard mulus. Sementara, Pascal Bintang Utomo, rekannya, menyaksikan dari jarak agak jauh.

Keduanya adalah anggota Komunitas Skateboard Kediri. Atau sering disebut Kediri Skateboarding. Komunitas yang dibentuk sejak 1998 ini masih aktif sampai sekarang.

Menurut Pascal, komunitas ini awalnya untuk mempersatukan warga Kediri yang memiliki hobi sama, yaitu bermain skateboard. Pascal mulai bergabung dengan komunitas sejak 2012. Pria berumur 22 tahun asal Banyakan ini mengaku sampai sekarang masih aktif menjadi anggota Kediri Skateboarding.

Setelah agak lama bermain skateboard, Topan bergabung bersama Pascal di pinggiran skate park. Kemudian mengolesi truck skateboard-nya dengan lilin.Topan menjelaskan bahwa teman teman anggota Kediri Skateboarding memilihnya sebagai ketua komunitas sejak 2015.

“Ada sekitar 50-an lebih anggota aktif  di Kediri Skateboarding. Tapi ya tidak semuanya bisa hadir. Ada yang masih bekerja,” ujar Topan

Anggota Kediri Skateboarding rata-rata masih berumur 20-an tahun. Namun ada juga anggota yang sudah berumur 30 tahun ke atas. “Ada yang sudah punya anak juga,” tambahnya.

Untuk menjaga agar komunitas tetap solid, sesi bermain skateboard diadakan setiap hari sekitar pukul 16.00 WIB di Gumul Skate Park. Awalnya, Kediri Skateboarding biasanya bermain skateboard di Gedung Nasional Indonesi (GNI) Kota Kediri. Bila di tempat itu anggota membawa ramp atau rail sendiri untuk bermain.

“Di Kediri tidak hanya main di Gumul saja sih Mas. Ada juga yang sukanya mainnya di Taman Makam Pahlawan, atau malah ada punya skate park kecil-kecilan di halaman rumah,” ujar Pascal.

Topan dan Pascal juga mengaku jika ada banyak orang tua yang meminta tolong teman teman komunitas yang bermain di Gumul Skate Park. Tujuannya untuk mengajari anaknya bermain skateboard. Sesuatu yang menggembirakan bagi mereka. Karena hal itu menunjukkan skateboard sudah diterima di masyarakat.

Ia juga menambahkan bahwa Kediri Skateboarding selalu terbuka untuk anggota baru. Karena menurutnya, asal mau belajar bermain skateboard, semua sudah dianggap saudara. “Yang penting ada niat belajar dulu Mas,” ujarnya.

Semakin banyak yang bermain skateboard juga semakin bagus. Karena dengan banyaknya orang yang mampu memfokuskan waktu dan tenaganya ke dalam hal yang positif akan membuat orang lupa dengan kegiatan yang merugikan. “Apa saja asal tidak mengganggu ketertiban umum, itu bagus,” tambah mereka.

Terlebih, saat ini skate board telah diakui sebagai salah satu cabor di Asian Games 2018. Anggota komunitas ini pun sempat mengikuti seleksi untuk atlet Asian Games. Sayang, mereka masih belum mampu melewati seleksi di Jawa Timur. Walaupun demikian, hal itu sudah membuat hati Topan dan Pascal sangat senang.

Selain anggotanya solid, Kediri Skateboarding juga memiliki segudang prestasi. Pascal menjelaskan bahwa beberapa dari mereka sering mengikuti turnamen di luar kota. “Malah pernah dulu lomba di Bali,” tambahnya.

Pascal misalnya, sudah mengantongi beberapa prestasi dari lomba-lomba skateboard. Terbaru adalah lomba Go-Skateboarding Day di Jombang pada 21 Juni 2018. “Menang di lomba High Ollie dan Best Trick waktu itu,” ujarnya.

Selain itu, Kediri Skateboarding juga pernah mengadakan lomba yang berlokasi di Gumul Skate Park pada April kemarin. Pascal menjelaskan ada tiga kategori yang dilombakan. Yaitu kelas terbuka, best trick, dan kelas pemula. Kelas pemula dibanjiri oleh anak anak sampai umur 15 tahunan. Sedangkan untuk kelas terbuka dan best trick terbuka untuk umum. “Boleh ikut dari segala umur,” ujarnya.

Selain aktif bermain skateboard, Topan sang ketua Kediri Skateboarding juga memiliki skate shop di Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Banyak dari teman teman komunitas yang mampir untuk membeli skateboard atau sekedar mampir ngopi.

Topan dan Pascal menjelaskan bahwa tidak ada jarak antara senior dan junior di komunitas Kediri Skateboarding. “Semuanya sama, karena sama-sama hobi skateboard,” ujar Topan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia