Minggu, 21 Oct 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Suporter Ancam Boikot Persik

Sabtu, 30 Jun 2018 14:03 | editor : Adi Nugroho

persik latihan

SERIUS: Alfiat saat melatih Persik. (DIDIN SAPUTRO – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KOTA- Di tengah persiapan menjelang kompetisi Liga 3 nasional, riak muncul di kubu Persik. Sebagian kelompok suporter mereka mengancam akan memboikot pertandingan Persik. Ajakan boikot itu bahkan masif terjadi di media sosial (medsos). Sedangkan di dunia nyata, aksi itu ditandai dengan pemasangan spanduk di beberapa titik.

Dari beberapa spanduk dan unggahan di medsos, mereka yang mengajak boikot mengatasnamakan Aliansi Suporter Persik Kediri. Aliansi ini mengaku banyak suporter yang tak puas dengan kinerja manajemen saat ini. Sementara, tuntutan yang diajukan suporter ke pengelola Persik selama ini juga tak direalisasikan.

“Mulai siapa yang punya Persik, PT yang menaungi, dan dana penghasilan dari penonton selama ini lari ke mana, itu yang telah lama kami pertanyakan,” sebut Dio Airlangga, seorang perwakilan suporter yang dihubungi kemarin.

KRITIK: Spanduk yang menginginkan Persik bangkit.

KRITIK: Spanduk yang menginginkan Persik bangkit. (DIDIN - JawaPos.com/RadarKediri)

Di medsos memang beredar unggahan kekecewaan pada manajemen. Seperti di akun instagram Cyberxtreme, salah satu akun suporter setia Persik kemarin siang. “Kosongkan tribun sampai Persik menjadi klub profesional,” cuit akun suporter Cyberxtreme di akun instagramnya.

Dalam postingan selanjutnya, mereka menyampaikan bahwa tanpa supporter Persik tidak bisa apa-apa. “Inilah bentuk kekecewaan dan rasa cinta kami, kami cinta Persik, bukan sistem yang menjalankan Persik,” sebutnya dalam caption salah satu foto.

Pada fanspage resmi pendukung Macan Putih Jayati Persik Kediri juga membahas tuntutan supporter selama ini. Salah satu poin pembahasan adalah terkait legalitas PT Bola Mandiri yang selama ini disuarakan oleh manajemen. Nyatanya hingga hari ini menurut mereka tidak pernah ada kejelasan legalitas dan kepemilikanya.

Mohammad Ali, perwakilan suporter lain, mengatakan bahwa boikot perlu dilakukan jika ingin Persik terselamatkan dari pihak-pihak yang tidak mampu mengelola tim dengan baik. “Ini semua demi masa depan Persik. Bisa dilihat, semakin lama semakin tidak jelas,” tegasnya ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Bagaimana tanggapan tim dengan fenomena ini? Pelatih Alfiat mengaku menyayangkan aksi suporter seperti itu. Sebab, bagi mereka suporter adalah bagian penting dari tim. “Sangat disayangkan (ancaman boikot itu). Karena bagi kami suporter itu ibarat pemain kedua belas. Mereka sangat membantu dalam meningkatkan semangat para pemain,” tuturnya saat dijumpai usai latihan kemarin sore.

Namun, Alfiat menambahkan, dia tidak bisa berkomentar banyak terkait hal ini.Sebab, semua kebijakan berada di tangan manajemen.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia