Selasa, 18 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Politik

Samsul Sudah Beri Selamat

Timses Gus Aiz – Djono Tunggu Keputusan Resmi

29 Juni 2018, 15: 56: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

relawan gundul mas abu

LOYALITAS: Mas Abu dan Ning Lik mencukur gundul relawan. (M FIKRI ZULFIKAR - JawaPos.com/RadarKediri)

Share this          

KEDIRI KOTA - Kubu yang bersaing di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kediri memilih sikap yang berbeda terkait hasil penghitungan suara di Situng KPU. Paslon yang sementara unggul, Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah, menyambut gembira tingginya perolehan suara mereka. Mereka yakin situasinya akan tetap seperti ini hingga penghitungan suara tuntas nanti.

Namun, paslon yang perolehan suaranya tertinggal juga belum menyerah. Mereka memilih menunggu keputusan resmi dari KPU tentang siapa yang memenangi Pilwali 2018 ini.

Abu Bakar mengakui, selain dari Sistem Informasi Penghitung (Situng) KPU, timnya juga telah melakukan hitung cepat. Hasilnya, perolehan suaranya memang unggul dalam pencoblosan Rabu (27/6) lalu.

“Tapi kami juga menunggu hasil resmi dari KPU,” ujar Abu, saat berada kantor DPD PAN Kota Kediri kemarin.

Menurut Abu, hitung cepat yang dilakukan timnya tergolong akurat. Karena berdasarkan berkas C1 yang dipegang para saksi mereka. Dari rekapitulasi internal itu, angka perolehan suaranya mencapai 57 persen.

Namun, Abu menegaskan, walaupun optimistis bakal memenangi pilwali kali ini, dia melarang pendukungnya merayakan secara terbuka. Seperti konvoi di jalan. Mereka, menurut Abu, harus menghormati proses penghitungan yang belum selesai ini.

Sudah adakah paslon yang memberi ucapan selamat? Abu mengatakan, ada yang sudah langsung memberi ucapan selamat. Yaitu Sudjono, calon waki wali kota yang berpasangan dengan Aizzudin. “Sudah ada yang mengucapkan (selamat). Kalau ada waktu nanti kami akan coba juga mengunjungi mereka untuk bersilaturahmi,” tegasnya.

Reza Darmawan, juru bicara tim sukses Mas Abu – Ning Lik, juga yakin dengan kemenangan itu. Dia memperlihatkan data real count internal yang menyatakan kemenangan itu. Seperti di Kecamatan Kota misalnya, yang menunjukkan perolehan besar oleh Abu-Ning Lik. Di kecamatan itu Gus Aiz – Sudjono mendapat 8.386 suara, Samsul – Teguh 10.280 suara, Abu – Ning Lik dengan 27.131 suara. “Begitu pula di Kecamatan Mojoroto dan Pesantren juga terpaut jauh,” terang politisi PAN ini.

Dari itulah Reza optimistis paslonnya menang. Tidak harus menunggu hasil resmi dari penghitungan manual yang hari ini masih dilakukan di tingkat PPK. Perolehan paslon nomor 2, menurutnya, sulit untuk dikejar. “Jika nanti rekap resmi KPU keluar kurang lebih (hasilnya) tidak akan jauh beda,” tegas Reza. (fiz)  

Sementara, paslon nomor urut 1, Aizzudin – Sudjono, memilih menunggu keputusan resmi KPU. Tim pemenangan kubu tersebut memilih tak mengindahkan hasil yang keluar saat ini. “Dari internal paslon nomor urut 1, kami tidak ada quick count. Tapi langsung real count,” tegas Abdul Muid Shohib, ketua tim pemenangan Gus Aiz-Djono.

Menurut lelaki yang karib disapa Gus Muid itu, sejak Rabu malam mereka telah melakukan cek ke beberapa TPS. Hanya, hingga kemarin sore Gus Muid mengaku belum melakukan pengecekan lagi. “Yang terpenting kami tunggu hasil perhitungan resminya dari KPU,” ujar Gus Muid.

Gus Muid menambahkan, pelaksanaan pilkada di Kota Kediri ini relatif berlangsung baik. Walaupun masih ada catatan yang menjadi bahan evaluasi. Agar pilkada berikutnya lebih baik lagi.

“Kami dari paslon satu sudah berusaha mengikuti pilkada ini sebaik mungkin. Mengikuti aturan. Memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat,” imbuhnya. Politisi dari PKB ini menegaskan timnya tak pernah melakukan intimidasi ataupun politik uang.

Dia pun perlu mengucapkan terima kasih pada warga Kota Kediri yang menjatuhkan pilihan pada paslon nomor 1. “Secara khusus kami juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan yang telah membantu kami secara  bersama melakukan sosialisasi selama pilkada ini,” tuturnya.

Muid juga mengharapkan apabila proses pilkada telah selesai dan sudah dipastikan pemenangnya, tidak ada lagi sekat-sekat di Kota Kediri ini. Menurutnya, mereka harus bersatu padu membangun Kota Kediri.

Sikap berbeda diambil oleh Samsul Ashar. Paslon nomor 3 yang berpasangan dengan Teguh Juniadi ini memilih mengakui ketertinggalannya dalam perolehan suara. Bahkan, Wali Kota Kediri periode 2009-2014 ini berani memberikan ucapan selamat kepada pasangan Abu – Ning Lik.

          “Saya mewakili semua pendukung dan tim menyampaikan selamat kepada pasangan Abu Bakar dan Lilik Muhibah. Saya berharap seluruh masyarakat kota Kediri mendukung apa yang telah menjadi pilihannya,” tutur Samsul saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri pukul 15.40 WIB kemarin.

          Tak lupa, ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim relawan dan para pendukungnya. “Terima kasih atas dukungannya terhadap kami berdua (Samsul-Teguh),” imbuhnya.

          Lebih lanjut, Samsul juga mengajak seluruh masyarakat untuk membantu wali kota dan wakil wali kota dalam membangun Kota Kediri. “Jangan ada yang merepoti agar program-programnya bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

          Bambang Harianto ketua tim relawan Samsul-Teguh (Suluh) menganggap wajar tentang kemenangan dan kekalahan dalam pilkada. “Siapa pun yang menang, saya minta agar programnya dilaksanakan sesuai dengan harapan rakyat,” ujarnya.

          Terkait upaya protes atas hasil perolehan suara, ia mengaku pihaknya belum mempertimbangkan hal tersebut. Kalaupun akan mengajukan protes, ia menegaskan masih akan melakukan perumusan dengan tim advokasi terlebih dahulu. Menurutnya, pihaknya pun tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.

“Kami harus berpikir secara matang, untung dan ruginya. Kita berpikir secara realistis saja. Tidak perlu mencari-cari kesalahan,” imbuh pria yang akrab disapa Bahar ini.

Bahar juga menjamin tidak akan ada ketegangan yang terjadi antar pendukung paslon selepas ajang Pilwali ini. Ia pun yakin kota Kediri akan tetap aman dan kondusif. “Kami tidak akan bertindak anarkis. Karena momentum anarkis itu dapat dimanfaatkan dan ditumpangi oleh pihak-pihak lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahar mengaku bahwa dirinya juga belum bertemu dengan Samsul sejak selesai pencoblosan. “Biarkan dia (Samsul, Red) istirahat dulu. Biar menata hati dan menata rasa terlebih dahulu,” ujarnya.

Perolehan suara hasil real count Internal

Kecamatan Kota

Paslon Nomor Urut 3 Samsul – Teguh: 8.386 

Paslon Nomor Urut 2 Mas Abu – Ning Lik: 27.131

Paslon Nomor Urut 1 Aizzudin – Sudjono: 10.280

Kecamatan Pesantren

Paslon Nomor Urut 3 Samsul – Teguh: 9.526

Paslon Nomor Urut 2 Mas Abu – Ning Lik: 26.164

Paslon Nomor Urut 1 Aizzudin – Sudjono: 10.931

Kecamatan Mojoroto

Paslon Nomor Urut 3 Samsul – Teguh: 11.352

Paslon Nomor Urut 2 Mas Abu – Ning Lik: 31.701

Paslon Nomor Urut 1 Aizzudin – Sudjono: 12.960

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia